Logo SitusEnergy
EWI: Penambahan 3 Direksi di Tubuh PLN Tidak Tepat dan Pemborosan EWI: Penambahan 3 Direksi di Tubuh PLN Tidak Tepat dan Pemborosan
Jakarta, Situsenergi.com Energy Watch Indonesia (EWI) menilai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan melakukan pemborosan, ketika dalam Rapat Umum Pemegang Saham... EWI: Penambahan 3 Direksi di Tubuh PLN Tidak Tepat dan Pemborosan

Jakarta, Situsenergi.com

Energy Watch Indonesia (EWI) menilai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan melakukan pemborosan, ketika dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mengumumkan penambahan 3 baru di tubuh PLN. Dengan tambahan 3 daftar itu, maka saat ini PLN memiliki total 11 orang Direksi didalam kepengurusan.

Sebagaimana diketahui dalam RUPS hari ini yang kemudian diketahui dalam Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor SK-200/M/06/2021 tanggal 16 Juni 2021, Erick mengangkat 3 orang baru untuk menempati posisi Direktur Energi Primer, Perencanaan Korporat dan Direktur Bisnis yang dibagi jadi 4 wilayah.

“Ini sangat mengagetkan dan membuat kening berkerut. Ini arahnya mau kemana Erick Tohir memimpin Kementerian BUMN? Semua mengetahui bagaimana masalah pelik yang sekarang dihadapi oleh PLN, salah satunya adalah utang yang cukup besar ratusan trilliun rupiah. PLN tidak efisien, boros dan rugi tapi Erick Thohir malah menambah 3 orang jajaran direksi baru PLN. Ini maksudnya apa?,” ujar Direktur Eksekutif EWI, Ferdinand Hutahaean di Jakarta, Rabu (16/6).

Menurutnya, PLN tak seharusnya diurus jajaran direksi sebanyak 11 orang, hal itu dianggapnya mubazir dan berlebihan. “Hal ini sama sekali tak perlu diurus seorang direktur, cukup diurus dengan level jabatan General Manager. Makanya kita mempertanyakan ini sebetulnya maunya Erick Thohir apa? Mau memperdalam jurang kerusakan dengan pemborosan dan utang atau menyelamatkan keuangan PLN dengan penghematan salah satunya memangkas jumlah direksi?,” ujarnya menanyakan.

BACA JUGA   AMF Asia Marketing Excellence Pertamina Dinobatkan Jadi Country Champion

Ferdinand menambahkan, Erick Thohir sebagai menteri BUMN harusnya lebih jeli melihat kondisi banyak BUMN kita yang sedang sesak nafas soal keuangan. “Baru saja persoalan Garuda terkuak dan membuat kita semua terkaget-kaget. Pertanyaannya mengapa Erick tak belajar dari keadaan nyata saat ini?,”

“Saya berharap Erick Thohir jangan mengambil tindakan yang justru membuat BUMN kita semakin kacau. Jika kondisinya dan pola Erick Thohir seperti ini terus, yang ada permasalahan BUMN kita tidak akan selesai tetapi justru akan rusak. Saya usulkan kepada Presiden Jokowi dalam resufle gelombang kedua nanti, nama Erick Tohir ini dicopot dan diganti dari kementerian BUMN. Kita harus mengelola bangsa ini secara benar bukan serampangan,” pungkasnya. (SNU/RIF)

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *