Home ENERGI TERBARUKAN Dukung Kemakmuran Ekonomi, Pemerintah Luncurkan Program BIRU
ENERGI TERBARUKAN

Dukung Kemakmuran Ekonomi, Pemerintah Luncurkan Program BIRU

Share
Proses Perizinan Usaha Sektor Migas dan Minerba Dalam Negeri Dipastikan Tak Lebih dari Satu Tahun
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Pemerintah Indonesia cq Kementerian ESDM dan Pemerintah Belanda cq Hivos meluncurkan program BIRU sebagai upaya berkontribusi pada kemakmuran ekonomi dan pengurangan kemiskinan di Indonesia dengan menyediakan akses ke energi bersih dan terjangkau melalui pengembangan biogas.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, Program BIRU ini merupakan salah satu upaya mencapai target bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025.

“Melalui pembelajaran ini masyarakat belajar dari kisah sukses program BIRU dan mampu mengakselerasi target 1.000.000 biodigester berbasis pasar,” kata Dadan seperti dikutip dari laman Kementrian ESDM.

Menurut dia, satu dekade setelah diluncurkan pada 2009, program BIRU telah menjangkau lebih dari 119.000 penerima manfaat. “Tak hanya itu, pengguna menikmati pengurangan pemakaian elpiji tiga kg dan pupuk kimia, serta memperoleh pendapatan dari bisnis pupuk alami (bioslurry),” katanya.

Ia juga menambahkan, program biogas rumah dengan memobilisasi pendanaan Rp 200 miliar itu telah menyumbang lebih dari 50 persen dari total 47.998 unit terpasang biodigester, alat yang digunakan untuk mengubah limbah organik menjadi biogas, secara nasional hingga 2021.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Hivos dan Yayasan Rumah Energi atas kontribusinya mendukung program pengembangan sektor energi skala kecil melalui program biogas rumah ini,” ujarnya.

Kementerian ESDM sendiri akan terus mendukung pengembangan biogas rumah tangga, karena program ini akan mendorong akses energi bersih yang terjangkau, mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk pembelian bahan bakar, sejalan dengan pengarusutamaan gender, dan menjadi penggerak aktivitas sosial ekonomi, karena hasil sampingan biogas dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan hasil pertanian maupun sebagai peluang usaha.

Pengintegrasian program pengembangan biogas dengan sektor produktif lain, merupakan cara efektif dan efisien dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, terlebih pada masa pandemi ini.

Keterlibatan masyarakat yang dominan dalam program ini, juga sejalan dengan strategi kebijakan pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19.(Mul)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Keseimbangan Migas dan EBT Dinilai Penting Jaga Ketahanan Energi 2026

Jakarta, situsenergi.com Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA) Marjolin Wahjong menegaskan, sektor...

Indonesia ‘Digeruduk’ Mobil Listrik, TÜV Rheinland Soroti Tantangan Keselamatan

Jakarta, situsenergi.com Pertumbuhan kendaraan listrik (EV) di Indonesia melaju kencang, bahkan sudah...

Indonesia ‘Digeruduk’ Mobil Listrik, TÜV Rheinland Soroti Tantangan Keselamatan

Jakarta, hotfokus.com Pertumbuhan kendaraan listrik (EV) di Indonesia melaju kencang, bahkan sudah...

Chery Siapkan Investasi Rp5,25 Triliun untuk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia

Jakarta, situsenergi.com Produsen otomotif asal Tiongkok, Chery, siap menggelontorkan investasi senilai Rp5,25...