Home ENERGI Dibanding Malaysia, Tarif Liatrik RI Sangat Mahal
ENERGI

Dibanding Malaysia, Tarif Liatrik RI Sangat Mahal

Share
Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PLN, Jumadis Abda
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PLN, Jumadis Abda mengkritisi tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga 900 VA, yang dinaikkan oleh pemerintah beberaoa waktu lalu. Pasalnya tarif pelanggan 900 VA yang digolongkan mampu oleh PLN tersebut, jauh lebih mahal dari tarif dengan daya yang sama di Malaysia.

“Di Malaysia untuk pelanggan yang setara daya 1300 VA yakni pemakaian 0 s.d 200 kWh harga listriknya hanya RM Cent 21,8/ kWh, atau sekitar Rp 650/kWh. Sedangkan kita sudah Rp 1352 / kWh. Sangat mahal. Padahal tingkat kehidupan dan pendapatan masyarakat Malaysia 3x lipat lebih baik dari masyarakat Indonesia,” katanya pada Seminar National Energy Summit (NES) 2017 terkait ketenagalistrikan yang digagas oleh BEM UI dan BEM FTUI bekerjasama dengan SP PLN di Jakarta awal pekan ini.

Selain mengkritiisi tarif besarnya tarif listrik untuk pelanggan 900 VA Jumadis mengkritik data yang menunjukan tarif usaha kecil, di Indonesia yang menujukan seolah-olah lebih rendah dari Malaysia.

Ia menyajikan data yang menunjukkan bahwa tarif Malaysia yang justeru lebih rendah dari Indonesia. “Tidak sampai US Cent 11/ kWh atau RM Cent 43,5/ kWh pemakaian s.d 200 kWh, jadi lebih murah dari Indonesia,” ulas Jumadis.

Untuk itu, lanjut dia, seluruh komponen harus mau duduk bersama sehingga bpp bisa turun dan tarif listrik tidak perlu naik, bahkan jika perlu turun. “Selain itu subsidi  untuk PLN pun tidak perlu ada lagi sehingga bisa dialihkan untuk membangun infrastruktur transportasi, pendidikan dan kesehatan yang menjadi fokus pemerintah saat ini untuk mensejahterakan rakyat,” tukasnya.

Sementara Direktur eksekutif IRESS, Marwan Batubara menyoroti rencana PLN yang akan membangun LNG Regasification Unit di Sumut juga FSRU di Jawa Barat. Ia mengaku menentang rencana itu karena akan menyebabkan pipa gas yang dibangun oleh Pertamina Arun-Belawan tidak optimal operasinya, demikian juga di Jawa Barat. “Seharusnya Pemerintah mengambil alih permasalahan itu untuk bisa menurunkan harga gas Arun-Belawan, sehingga PLN tidak perlu membangun instalasi gas baru,” ulasnya.

Marwan juga mendorong seluruh komponen dalam negeri khususnya mahasiswa untuk selalu mendorong pemerintah mewujudkan janji JOKOWI-JK sebelum pemilu untuk mewujudkan energi murah untuk rakyat.

“Ini harus jadi gerakan bersama seluruh komponen yang ada, saya berharap khususnya kepada mahasiswa Indonesia dari UI, ITB, Undip dll, terus menyuarakan dan mengawalnya agar energi murah yang dijanjikan itu dapat terealisasi untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Elnusa Tancap Gas di Awal 2026, Angkut BBM Tembus 7 Juta KL

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk mencatat performa operasional positif sepanjang kuartal I...

Bahlil Rombak Struktur ESDM, 19 Pejabat Tinggi Langsung Dilantik

Jakarta, Situsenergi.com Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merombak...

Prabowo Pasang Target Swasembada Energi 2029, Impor BBM Siap Dipangkas Lebih Cepat?

Jakarta, situsenergi.com Presiden RI Prabowo Subianto memasang target ambisius: swasembada energi nasional...

Wasekjen FSPPB : Lonjakan Biaya Energi Saat Ini Banyak Di Tanggung Pertamina

Jakarta, situsenergi.com Konflik geopolitik di Timur Tengah mulai menekan sektor energi nasional....