Home ENERGI DEN : Potensi Cadangan Sumber Energi Indonesia Melimpah, Namun Penuh Tantangan
ENERGI

DEN : Potensi Cadangan Sumber Energi Indonesia Melimpah, Namun Penuh Tantangan

Share
Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto
Share

Jakarta, Situenergi.com

Dewan Energi Nasional (DEN) memaparkan Indonesia memiliki potensi cadangan energi fosil yang melimpah. Mulai dari minyak bumi, gas alam, dan batubara. Namun tanpa ads upaya serius untuk menggali potensi itu maka ancaman krisis energi semakin nyata.

Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto, menjelaskan gas bumi memiliki cadangan terbukti dan potensial yang paling banyak yakni 62,4 triliun cubic feet. Disusul batubara sebanyak 38,8 miliar ton, dan minyak bumi 4,2 miliar barel. Sedangkan untuk umur cadangan terbukti, batu bara menempati urutan pertama, yakni 69 tahun, disusul gas bumi 18 tahun, dan minyak bumi 9 tahun. Meski masih cukup melimpah, namun energi fosil mengalami banyak tantangan selain persoalan produksi.

“Tantangan berupa menurunnya produksi crude (minyak mentah) dan meningkatnya impor crude serta bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline. Selanjutnya, impor LPG, tertekannya ekspor batubara, serta infrastruktur gas dan listrik yang belum terintegrasi juga menjadi tantangan yang lain,” ujar Djoko Siswanto dalam keterangannya, Jumat (12/3/2021).

Selain sumber energi fosil, Indonesia juga memiliki potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) seperti energi laut, panas bumi, bioenergi, bayu, hidro, dan surya yang potensi totalnya sebesar 417,8 Gigawatt (GW). Dari semua potensi yang ada, total pemanfaatannya baru sekitar 2,5% saja atau sebesar 10,4 GW.

Untuk menjawab tantangan dan memanfaatkan potensi yang dimiliki Indonesia, Djoko Siswanto menawarkan setidaknya sebelas solusi melalui Grand Strategy Energy National (GSEN). Lima di antara solusi yang ditawarkan antara lain meningkatkan produksi crude dan akuisisi lapangan, meningkatkan kapasitas kilang BBM, mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi, meningkatkan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), dan mempercepat pemanfaatan pembangkit EBT dan mengoptimalkan produksi BBN.

Untuk menjalankan strategi yang ada, beberapa hal ditargetkan tercapai pada 2030, antara  lain dengan mengurangi impor BBM dan meningkatkan produksi minyak mentah serta pengembangan EBT, mengurangi impor LPG dan optimalisasi batu bara, pengembangan infrastruktur gas bumi dan infrastruktur listrik.

“Kesimpulannya, ketahanan dan kemandirian energi diwujudkan dengan pemanfaatan sumber energi dalam negeri, pengembangan PLTS, efisiensi pembangkit, smart grid dan membuka peluang pasar energi bersih, pembangunan pipa transmisi gas dengan APBN, GSEN menghemat devisa dan menurunkan emisi gas rumah kaca,” pungkasnya. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PNBP ESDM Tembus Rp138,37 T di 2025, Bahlil: Harga Turun Bukan Halangan

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kinerja positif...

Hub Biomassa Tasikmalaya–Ciamis Diresmikan, Perkuat Ketahanan Energi Lokal

Jakarta, situsenergi.com Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop...

Kado Tahun Baru! Harga Pertamax Turun, Ini Daftar Lengkap BBM Pertamina

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) membuka awal 2026 dengan menurunkan harga bahan...

PLTS Percontohan Diluncurkan Di Pulau Sembur

Batam, Situsenergi.com Kementerian Koperasi bersama Pertamina melalui Pertamina NRE meluncurkan Pembangkit Listrik...