Home MIGAS Dapat Kunjungan Balasan, PGE Dan GDC Tandatangani NDA Pengembangan Panas Bumi 
MIGAS

Dapat Kunjungan Balasan, PGE Dan GDC Tandatangani NDA Pengembangan Panas Bumi 

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mendapat kunjungan balasan dari pemerintah Kenya yang sukses mengoptimalkan panas bumi sebagai sumber energi ramah lingkungan. Atas kunjungan itu PGE menyambut baik dan bersepakat untuk melanjutkan rencana kerja sama untuk mengembangkan potensi panas bumi. 

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi menjelaskan pada kunjungan ini delegasi Kenya dan PGE membahas lebih lanjut rencana kerja sama
pengembangan panas bumi yang dapat bermanfaat bagi Indonesia dan Kenya. Delegasi dari Kenya dipimpin langsung oleh Ministry Energy & Petroleum Kenya Davis Chirchir bersama Managing Director & CEO Geothermal Development Company (GDC) Paul Ngungi, Ketua Umum Guma Africa Jayesh Saini dan beberapa representatif Kenya lainnya.

“Setelah adanya kesepakatan yang sudah dibuat saat berkunjung ke Kenya kemarin, pertemuan ini menjadi hal baik. Ini menunjukkan kesungguhan dari kedua pihak untuk saling bersinergi mengembangkan potensi energi panas bumi sebagai sumber energi bersih yang menjadi kebutuhan global,” tutur Julfi dalam keterangannya, Jumat (15/9/2023).

Menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) G2G yang sudah disepakati oleh Indonesia dan Kenya pada kunjungan ke Kenya Agustus lalu, dalam kunjungan kali ini dilakukan penandatanganan non-disclosure agreement (NDA) antara Geothermal Development Company (GDC) dan PGE untuk mempelajari lebih lanjut kemungkinan kerja sama dalam pengembangan potensi panas bumi di Kenya dan Indonesia.

Julfi mengatakan kerja sama dengan Kenya ini sebagai langkah awal PGE untuk menjadi world class green energy company. Saat berkunjung ke Kenya, PGE menandatangani
kesepakatan dengan Africa Geothermal International Limited (AGIL) untuk mengembangkan Konsesi Longonot di Kenya, yang memiliki potensi pengembangan sampai dengan 500 MW dimana 140 MW siap untuk di eksploitasi.

PIS

Terkait progres kerja sama dengan AGIL, Julfi mengatakan saat ini kedua belah pihak sedang melakukan sharing data hingga 3 bulan ke depan. “Tentunya banyak hal bernilai positif bagi kedua negara dalam mengembangkan energi panas bumi,” ujarnya. (DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Patra Jasa Group Turun Langsung! 500 Penyintas Banjir Sumatra Terima Bantuan Kemanusiaan

Jakarta, situsenergi.com Patra Jasa Group bergerak cepat membantu warga terdampak banjir bandang...

Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru di Adera, Potensi 3.442 BOPD

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina EP (PEP) Adera Field kembali mencatat temuan penting...

Petro Dollar Bisa DiTaklukan Dengan Minyak Jelantah

Oleh : Salamuddin Daeng Serangan AS ke Venezuela menjadi pelajaran berharga bagi...

Ekspor Migas Tertekan, Defisit Perdagangan Kian Melebar di Akhir 2025

Jakarta, situsenergi.com Tekanan pada ekspor minyak dan gas bumi (migas) Indonesia semakin...