Home ENERGI CPI Didesak Selesaikan Persoalan Chemical EOR Blok Rokan
ENERGI

CPI Didesak Selesaikan Persoalan Chemical EOR Blok Rokan

Share
Pasokan Listrik Untuk Blok Rokan Harus Segera Dipastikan
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Energy Watch mendesak agar PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) segera menyelesaikan masalah data chemical untuk proses Enchanced Oil Recovery (EOR) sebelum proses penerimaan pengelolaan Blok Rokan pada 9 Agustus 2021 mendatang.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, data chemical EOR sangat penting untuk menjaga produksi dan mengurangi angka produksi minyak pada blok Rokan yang merupakan blok migas terbesar kedua di Indonesia.

“Sejauh info dari SKK Migas saat ini prosesnya (Serah terima data) sudah mencapai 50 persen untuk masalah kimia EOR ini. Isu yang paling berpengaruh adalah adanya bahan kimia yang diproduksi oleh Chevron sendiri, sehingga PHR (Pertamina Hulu Rokan) akan muncul terkait bahan kimia tersebut,” ungkap Mamit kepada Situsenergi.com, Kamis (24/6/2021).

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan

Menurut Mamit, secara formula seharusnya CPI bisa menyerahkan kepada PHR karena saat ini EOR adalah jantungnya produksi di PHR. “Akan jadi permalasahan jika sampai berakhir, tapi masalah ini belum selesai. Apalagi jika Pertamina harus formula sendiri, dibutuhkan waktu yang lama sampai bisa di aplikasikan dan terlihat hasilnya,” ungkap Mamit.

Sementara itu, untuk minyak lain yang sedang dikembangkan, diyakini jika menggunakan formula baru maka proses penelitian dan penelitian untuk formula baru tersebut harus dilakukan sejak saat ini.

“Rekomendasi ini adalah proses kimia saya adalah proses kimia yang segera dihentikan. Esok akan segera mulai dilakukan. CPI dapat memastikan untuk memastikan dan memastikan bahan kimia serta formula EOR yang digunakan. Saya harus mengawal proses agar bisa berjalan lancar. dan tidak ada kendala ke depan termasuk masalah EOR ini yang merupakan 1 dari 10 permasalahan yang harus dikawal selama proses transisi,” pungkasnya. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...