Home MINERBA BUMI Sambut Baik Tren Harga Batubara Yang Meningkat
MINERBA

BUMI Sambut Baik Tren Harga Batubara Yang Meningkat

Share
Perkumpulan AEER: Adaro Energy Berkontribusi Langgar Komitmen RPJMN
Share

Jakarta, Situsenergi.com

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menilai tren kenaikan harga batubara akan masih terjadi seiring dengan keterbatasan suplai produsen batubara di dunia. Disaat yang sama juga terjadi kenaikan permintaan terutama di negara-negara yang sedang memasuki musim dingin.

Atas kondisi itu, BUMI menyambut baik adanya kenaikan harga dan demand internasional. Pasalnya hasil produksi batubara BUMI mayoritas memang untuk pasar ekspor yang mencapai 70 persen. Sedangkan untuk pasar domestik sekitar 30 persen.

“Ini menyebabkan lonjakan harga batubara dan tren ini kemungkinan akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Secara umum kondisi ini bisa saja berlanjut ke tahun berikutnya. Apalagi, saat ini belum ada peningkatan kapasitas batubara,” kata Direktur dan Sekretaris Perusahan Bumi Resources, Dileep Srivastava dalam keterangannya, Kamis (7/10/2021).

Meski begitu diakui bahwa angka produksi perseroan per Agustus 2021 lalu sedikit mengalami penurunan akibat kondisi cuaca yang kurang baik. Kisaran angka produksi batubara yaitu 6,5 juta ton atau sedikit lebih rendah dibanding bulan yang sama tahun lalu.

Adapun, pada tahun ini BUMI menargetkan produksi batubara dapat mencapai 85 juta ton hingga 88 juta ton. Sementara Per semester I 2021 lalu BUMI sudah memproduksi batubara sebesar 40 juta ton hingga 41 juta ton.

“(Agustus) sekitar 6,5 juta ton produksinya dengan rata-rata harga jual antara USD70 per ton hingga USD80 per ton,” jelasnya.

Sementara itu Pengamat Energi dari Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, mengatakan bahwa tren kenaikan harga batubara akhir-akhir ini juga dipicu oleh momentum hari natal atau tahun baru yang akan jatuh pada akhir tahun nanti. Selain itu juga musim dingin di bebera negara importir batubara seperti China, Korea dan wilayah Eropa. Oleh sebab itu tren kenaikan harga akan masih berlangsung hingga awal tahun 2022.

“Pasca tahun baru 2022 dan sejalan dengan bertambahnya produksi batubara saya kira harga akan kembali normal harga batubara,” tutur Komaidi. (DIN/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Melonjak, Kemendag Ungkap Pemicu Utamanya

Jakarta, situsenergi.com Kenaikan harga komoditas tambang kembali terjadi. Kementerian Perdagangan resmi menaikkan...

Antam Kunci Hilirisasi Nikel, Ekosistem Baterai Nasional Mulai Terbentuk

Jakarta, situsenergi.com PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melangkah strategis dalam peta industri...

UKM Dapat Karpet Merah ke Sektor Tambang, Izin Prioritas Resmi Dibuka

Jakarta, situsenergi.com Peluang usaha di sektor tambang kini tak lagi eksklusif untuk...

PTBA Tutup Akses Tambang Ilegal, Aset Negara di Banko Tengah Dijaga Ketat

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bergerak cepat merespons ancaman penambangan...