Home ENERGI Bangun PLTA Kumbih III, PLN Dapatkan Fasilitas Kredit Dari KfW Jerman
ENERGI

Bangun PLTA Kumbih III, PLN Dapatkan Fasilitas Kredit Dari KfW Jerman

Share
PLN Dapatkan Fasilitas Kredit Dari KfW Jerman
PLN Dapatkan Fasilitas Kredit Dari KfW Jerman
Share

Jakarta, situsenergy.com

PT PLN (Persero) menandatangani perjanjian fasilitas kredit (loan agreement) dengan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW) Development Bank dari Jerman untuk pendanaan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kumbih III.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman bersama Senior Project Manager KfW Jens Wirth menandatangani perjanjian tersebut pada Jumat, 15 Desember 2017 di PLN Kantor Pusat, Jakarta. Sebelumnya Director of KfW Office Jakarta Angela Tormin sudah membubuhkan tandatangannya di perjanjian ini.

“Loan ini merupakan pinjaman langsung tanpa jaminan pemerintah. Ini menarik karena lembaga pendanaan dari negara-negara Eropa seperti KfW mendukung proyek-proyek dari energi baru terbarukan seperti ini, mulai dari studi kelayakan hingga pendanaan,” ujar Syofvi.

Syofvi mengatakan pembangunan PLTA Kumbih III berkapasitas 3 x 15 Megawatt (MW) membutuhkan dana sekitar EURO 100 juta.

“Nilai pinjaman yang kami dapatkan dari KfW sebesar EURO 85 juta dengan tenor 15 tahun. Sisa pendanaannya kita siapkan sendiri,” jelas Syofvi.

Ia menjelaskan PLTA Kumbih III yang akan dibangun di Sumatera ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pertumbuhan beban di sistem Sumatera bagian Utara.

“Juga menurunkan biaya pokok produksi atas penggunaan bahan bakar fosil baik pada saat beban dasar maupun saat beban puncak,” imbuh Syofvi.

“Dan yang terpenting menambah porsi energi terbarukan dalam sasaran bauran energi nasional,” tambah Syofvi.

Sementara itu, pihak KfW melalui Senior Project Manager KfW Jens Wirth menyatakan bahwa ini merupakan kerja sama yang penting untuk mendukung PLN dalam percepatan penambahan listrik dari energi terbarukan di Indonesia.

“Kami berharap pelaksanaan proyeknya dapat segera berjalan cepat sehingga langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Jens Wirth.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...