Home LISTRIK Bahas LNG, Menteri Erick Minta Pertamina dan PLN Duduk Bersama
LISTRIK

Bahas LNG, Menteri Erick Minta Pertamina dan PLN Duduk Bersama

Share
Bahas LNG, Menteri Erick Minta Pertamina dan PLN Duduk Bersama
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir PT Pertamina (Persero) selaku produsen gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dan PLN sebagai konsumen LNG harus duduk bersama membahas komoditas ini ke depan agar tidak menghasilkan kebijakan yang prematur.

Menurutnya, saat ini gas secara industri tidak hanya LNG tetapi ada energi baru melalui gasifikasi batu bara yang dikenal dengan nama dimetil eter (DME).

“Untuk jangka pendeknya kebutuhan LNG di PLN yang disuplai Pertamina hari ini sudah putus bahwa diprioritaskan untuk kembali ke PLN, tapi mesti ada teken kontraknya karena semua mesti ada kepastian,” kata Erick di Jakarta, Kamis (06/1/2022).

Menteri Erick juga telah memberi sinyal tentang kepastian penyerapan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk pembangkit listrik listrik di dalam negeri.

“Produsen LNG itu mayoritas Pertamina, jadi kemarin sudah ada rapat antara Pertamina dan PLN, kami komit pada kebutuhan dalam negeri,” ujarnya

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar LNG yang diproduksi di Indonesia juga diutamakan untuk kepentingan dalam negeri terlebih dahulu sebelum diekspor ke luar negeri.

Pernyataan itu bertolak belakang dengan kondisi di lapangan bahwa pasokan LNG justru melimpah karena rendahnya penyerapan yang dilakukan oleh industri-industri besar terkhusus pembangkit listrik.

SKK Migas mencatat realisasi pasokan LNG untuk PLN bersumber dari Kilang Bontang dan Kilang Tangguh adalah 58 kargo pada 2019, 40 kargo pada 2020, dan 54 kargo pada 2021.

Sebanyak 96,5 persen pasokan LNG pada tahun lalu digunakan oleh industri domestik, terutama sektor kelistrikan, sedangkan sisanya 3,5 persen dijual ke luar negeri.

Semua kebutuhan untuk energi bisa dipenuhi dari kedua kilang tersebut termasuk beberapa permintaan yang secara tata waktu berubah dari jadwal semula.

Berdasarkan catatan SKK Migas ada kargo-kargo yang secara kontraktual telah disiapkan, namun tidak terserap oleh PLN, yaitu sebanyak 13 kargo LNG pada 2020 dan 11 kargo LNG pada tahun lalu.(Ert/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pemerintah Siapkan Skema Insentif Nonfiskal dan Fiskal untuk Mobil Hybrid serta REEV

Jakarta, Situsenergi.com Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong pemberian insentif nonfiskal bagi...

Kemarau Bikin PLTA Tertekan, PLN Gaspol Tambah Daya 50 MW di Sulawesi!

Sigi, Situsenergi.com Ancaman penurunan pasokan listrik akibat kemarau berkepanjangan mendorong PT PLN...

Bayar Listrik Tak Perlu Jauh-jauh! PLN Gandeng Koperasi Merah Putih di Jabar

Bandung, Situsenergi.com Warga desa di Jawa Barat berpeluang mengakses layanan transaksi listrik...

Listrik Gratis Masuk Dusun Karawang, Kisah Warga Ini Bikin Haru!

Karawang, Situsenergi.com Pemerintah bersama PT PLN (Persero) mempercepat pemerataan akses listrik melalui...