Home ENERGI Ini Jurus Pemerintah Atasi Kekurangan Dana Eksplorasi
ENERGI

Ini Jurus Pemerintah Atasi Kekurangan Dana Eksplorasi

Share
ini jurus pemerintah atasi kekurangan dana eksplorasi
ini jurus pemerintah atasi kekurangan dana eksplorasi
Share

Jakarta, situsenergy.com

Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan, pada awal dirinya menjabat, alokasi dana untuk eksplorasi migas yang disediakan melalui APBN hanya sebesar USD 5 juta. Pihaknya kemudian mencari cara untuk mengatasi kekurangan anggaran tersebut, antara lain melalui pemanfaatan blok-blok terminasi, hingga merubah skema Cost Recovery menjadi Gross Split

Menurut Arcandra, jika hal itu tidak segera diatasi, maka hal ini akan membuat terjadinya kevakuman eksplorasi migas, meski di sisi lain jumlah cadangan migas terbukti terus berkurang. “Jika kita tidak berani mengubah diri, memperbaiki ini. Ini akan mempercepat terjadinya kevakuman migas,” kata Arcandra dalam diskusi migas di Jakarta, Selasa (19/2).

Arcandra mengungkap, upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan dana eksplorasi migas dimulai dari pemanfaatan blok-blok terminasi terlebih dulu. Pihaknya, kata dia, merancang persyaratan baru, dan menyusun agar ada komitmen investasi yang lebih pasti, serta komitmen untuk menggarap lapangan yang diserahkan.

“Komit kegiatan dan dananya yang bisa dilakukan 5 tahun pertama setelah kontrak beralih, atau diperpanjang ke eksisting kontraktor,” jelasnya.

Arcandra mencontohkan seperti terjadi di 2018 lalu, sederet blok-blok migas masuk tahap terminasi namun bisa dirampungkan oleh tim kementerian dalam waktu 1 bulan. “Blok yang habis 2020 kita selesaikan Juni, 2021 Juli, salah satunya Blok Rokan,” kata dia.

Menurutnya, dengan skema baru di blok terminasi sekaligus blok baru ini, pemerintah bisa meraup Rp 31,5 triliun untuk komitmen eksplorasi. “Ini dana yang tersedia, kalau tidak dilakukan bagaimana? Diambil pemerintah. Jadi dana eksplorasi dari USD 5 juta kini jadi USD 2,1 miliar. Dan ini bukan APBN,” ucapnya.

Selain dana eksplorasi, pemerintah kata Arcandra juga meraup keuntungan dari bonus tanda tangan setiap peralihan blok. “Totalnya mencapai USD 885,3 juta atau Rp 13,3 triliun dari 40 blok migas. Salah satu penyumbang bonus tanda tangan terbesar adalah Pertamina saat mendapat Blok Rokan yakni mencapai USD 783 juta dan komitmen pasti USD 500 juta.

“Kemudian uang ini bisa digunakan untuk eksplorasi ke depan, tersedia, tidak ada alasan tidak punya uang lagi,” pungkasnya. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sengketa LNG PGN-Gunvor Memanas, Pengamat Desak PGN Buktikan Force Majeure

Jakarta, situsenergi.com Sengketa pasokan liquefied natural gas (LNG) antara PT Perusahaan Gas...

Arahan Danantara, PGN Mulai Rambah Bisnis Hilir Gas

Jakarta, situsenergi.com PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mulai mengubah arah...

Bank Tanah Sediakan Lahan untuk PLTS 100 GWp

Jakarta, situsenergi.com Badan Bank Tanah menyiapkan lahan seluas 76 hektare di Kabupaten...

Gempa NTT Guncang Layanan Kesehatan, ESDM Kirim 48 Genset ke 7 Kabupaten

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengirimkan 48 genset...