Home ENERGI Lifting Migas Hingga November Capai 95 Persen Dari Target APBN 2018
ENERGI

Lifting Migas Hingga November Capai 95 Persen Dari Target APBN 2018

Share
Share

Jakarta, SitusEnergy.com

Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan bahwa hingga bulan November 2018 lalu, capaian lifting Migas secara year to date sebesar 762 ribu BOPD, dan dan lifting gas bumi sebesar 1.143 Ribu BOEPD. Adapun total lifting migas selama 11 bulan ini adalah 1,91 juta barel setara minyak atau BOEPD.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan, belum tercapainya target lifting tersebut disebabkan oleh kinerja sumur baru yang belum sesuai ekspektasi, serta semakin besarnya decline rate dari sumur eksisting.

Selain itu, Wisnu mengakui, juga terjadi beberapa kendala operasi dan instrumen. Namun, kendala tersebut sudah dapat diatasi, dan faktor lainnya yakni terdapat juga beberapa program pengembangan yang mundur ke 2021.

“Capaian tersebut mencapai 95 persen dari APBN 2018, SKK Migas akan terus secara berkelanjutan mengupayakan pencapaian agar bisa maksimal,” ujar Wisnu di Jakarta, Kamis (13/12).

Sementara itu, kata Wisnu, dalam rangka mengembangkan lapangan hulu migas dan menjaga optimalisasi produksi, telah dilakukan pemboran pengembangan 251 sumur dark target 289 sumur, dan program kerja ulang/workover 554 sumur dari target 636 sumur.

SKK Migas juga mencatat, ada lima proyek hulu migas yang sudah onstream, diantaranya, Blok A di Aceh, SP di ONWJ, dan yang paling terbaru yakni pembangunan Gathering Station di PEP field Bunyu.

Menurut Wisnu, masih ada satu proyek yang berpotensi onstream jelang akhir tahun, yaitu fasilitas produksi Lica di Medco Rimau, Sumatra Selatan.

“Diperkirakan sepanjang 2018 dapat terealisasi enam proyek hulu migas yang onstream dengan total estimasi investasi sebesar US$ 346 juta, serta dapat memberikan kontribusi tambahan produksi pada masa plateau/puncaknya dengan total sebesar 34 ribu BOEPD,” tuturnya.

Kemudian untuk realisasi cost recovery tahun 2018 disebut Wisnu mencapai USD 10,9 miliar (unaudited), dan realisasi penerimaan negara secara total mencapai USD 15,9 miliar, atau 133 persen dari target APBN.

“Untuk semua angka-angka di atas, outlook hingga akhir 2018 akan disampaikan menunggu akhir 2018,” pungkasnya. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...