Jakarta, Situsenergi.com
Pertamina Drilling memperkuat kesiapan untuk menggarap potensi migas nonkonvensional (MNK) di Indonesia. Perusahaan menyiapkan pengalaman pengeboran, teknologi, dan armada untuk mendukung eksplorasi sumber energi yang berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional.
Pengembangan MNK menawarkan peluang baru bagi sektor migas, tetapi prosesnya menghadapi tantangan teknis. Reservoir dengan porositas dan permeabilitas sangat rendah membutuhkan teknologi khusus, peralatan yang sesuai, serta kemampuan operasional yang mumpuni.
PT Pertamina Drilling Services Indonesia atau Pertamina Drilling telah memiliki pengalaman eksplorasi MNK bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Perusahaan mendukung pengeboran sumur Gulamo DET-1 pada 2023 dan Kelok DET-1 pada 2024.
Rig Cyber 1.500 HP Jadi Senjata Utama
Dalam pengerjaan kedua sumur tersebut, Pertamina Drilling mengandalkan Rig PDSI#42.3/N1500-E. Rig tipe cyber berkapasitas 1.500 horsepower (HP) ini mendukung kegiatan pengeboran dengan tingkat kompleksitas tinggi.
Perusahaan juga menggabungkan penggunaan rig dengan layanan solid control dan berbagai dukungan teknis pengeboran. Kombinasi tersebut memperkuat kesiapan operasional untuk menghadapi karakteristik sumur MNK yang menantang.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya tersebut.
“Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, Pertamina Drilling siap mendukung pengembangan migas nonkonvensional (MNK) sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Avep, Senin (19/10).
Punya 58 Rig Darat, Operasi Menjangkau Papua
Selain pengalaman eksplorasi MNK, Pertamina Drilling memiliki armada yang mendukung berbagai kebutuhan pengeboran. Perusahaan mengoperasikan 58 rig darat (onshore) berkapasitas 300–2.000 HP dan dua rig offshore workover berkapasitas 550 HP.
Pertamina Drilling juga mengoperasikan tiga jack-up rig melalui kolaborasi strategis dengan perusahaan internasional ADES. Di Indonesia, perusahaan turut mengerjakan berbagai proyek strategis Subholding Upstream Pertamina di Regional 1 hingga Regional 4, dengan jangkauan dari Sumatra sampai Papua.
Layanan Terintegrasi Dukung Efisiensi Pengeboran
Pertamina Drilling tidak hanya menyediakan jasa pengeboran konvensional, tetapi juga layanan pendukung atau associated drilling services. Perusahaan mengintegrasikan layanan tersebut melalui skema Integrated Project Management (IPM), yang memadukan teknologi, peralatan, dan keahlian.

Pendekatan ini mendukung operasi pengeboran yang lebih efisien, aman, dan produktif. Dengan bekal pengalaman, armada, serta layanan terintegrasi, Pertamina Drilling memperkuat perannya dalam mengoptimalkan potensi migas Indonesia dan mendukung ketahanan energi jangka panjang. (*)
Leave a comment