Denpasar, Situsenergi.com
PT Pertamina (Persero) memperkuat langkah pemulihan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali agar kebutuhan energi masyarakat segera terpenuhi. Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, turun langsung memantau penanganan di lapangan bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra pada Kamis malam (15/10).
Simon menegaskan perusahaan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat penyaluran BBM, mulai dari penerimaan pasokan hingga pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“Prioritas kami adalah mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali. Kami terus mengerahkan seluruh sumber daya dan memastikan setiap langkah penanganan berjalan efektif, mulai dari kedatangan pasokan, distribusi ke SPBU, hingga pelayanan kepada masyarakat,” ujar Simon.
Dua Kapal Bawa 20 Juta Liter Pertalite
Pertamina menerima tambahan pasokan melalui dua kapal pengangkut BBM yang bersandar di Bali pada 16 Oktober 2026. Kedua kapal tersebut membawa total 20 juta liter Pertalite untuk memperkuat ketersediaan energi di wilayah tersebut.
Rinciannya, MT Pangkalan Brandan mengangkut 16 juta liter melalui Integrated Terminal Manggis. Sementara itu, MT Asian Rigel membawa 4 juta liter melalui Fuel Terminal Sanggaran.
Pertamina juga menyiapkan tambahan pasokan sekitar 57,9 juta liter BBM yang dijadwalkan tiba secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026. Untuk mempercepat penyaluran, perusahaan mengoperasikan 108 mobil tangki dengan dukungan 465 Awak Mobil Tangki (AMT).
Selain menambah armada dan personel, Pertamina mengoptimalkan operasional terminal serta memperluas layanan SPBU selama 24 jam. Perusahaan juga menyediakan penjualan BBM secara literan untuk membantu mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Pertamina Pantau SPBU yang Masih Antre
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa perusahaan terus menyesuaikan distribusi dengan kebutuhan di lapangan, terutama pada SPBU yang menghadapi peningkatan permintaan dan antrean kendaraan.
“Pasokan yang telah tiba kami dorong segera tersalurkan melalui penguatan armada, personel, dan operasional terminal. Kami juga terus memantau kondisi SPBU dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait agar kendala distribusi dapat segera ditangani,” jelas Baron.
Pertamina Patra Niaga terus mengevaluasi perkembangan penyaluran BBM dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait. Langkah ini bertujuan memulihkan layanan energi secara bertahap sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan pariwisata Bali.

Dengan tambahan pasokan, penguatan armada, dan optimalisasi jam operasional SPBU, Pertamina berupaya mempercepat distribusi agar masyarakat kembali memperoleh layanan BBM secara lebih lancar. (*)
Leave a comment