Sukoharjo, Situsenergi.com
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini punya peluang menambah sumber pendapatan melalui layanan kelistrikan. PT PLN (Persero) memperluas kolaborasi dengan koperasi agar warga bisa membayar tagihan dan membeli token listrik tanpa harus pergi jauh.
Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Saat memantau operasionalisasi KDKMP di wilayah Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/10/2026), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Melalui koperasi desa, Pak Prabowo mengatakan agar desa tumbuh, agar desa itu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tidak hanya kota,” ujar Zulkifli.
Bayar Listrik Makin Dekat, Koperasi Punya Peluang Pendapatan
Kehadiran layanan kelistrikan di koperasi diharapkan membuat masyarakat lebih mudah mengakses kebutuhan sehari-hari. Selain memperpendek jarak layanan, skema ini juga membuka kesempatan bagi koperasi untuk mengembangkan kegiatan usaha.
“Kini bayar listrik tak perlu jauh-jauh lagi. KDKMP resmi melayani pembayaran listrik untuk kemudahan dan kenyamanan seluruh warga desa,” tutur Zulkifli.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, perusahaan mendukung program KDKMP melalui pasokan listrik yang andal dan kerja sama layanan yang memberikan manfaat ekonomi bagi koperasi.
“PLN all out mendukung program KDKMP. Kami tidak hanya mendukung kebutuhan listrik untuk operasional koperasi, tetapi juga membuka peluang usaha melalui layanan pembayaran tagihan dan pembelian token listrik. Dengan demikian, koperasi dapat mengembangkan sumber pendapatan, sementara masyarakat memperoleh akses layanan yang lebih mudah dan dekat,” tegas Darmawan.
107 Koperasi Sudah Masuk Jaringan Layanan PLN
Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy menjelaskan, koperasi dapat menjalankan layanan melalui skema Payment Point Online Bank (PPOB). Sistem ini memungkinkan KDKMP melayani transaksi pembayaran tagihan listrik dan pembelian token bagi warga.
PLN terus mengembangkan penerapan layanan tersebut melalui koordinasi dengan koperasi dan unit perusahaan di berbagai daerah.
“Hingga Oktober 2026, sebanyak 107 KDKMP di Indonesia telah menjadi bagian dari pengembangan layanan PPOB PLN dengan lebih dari dua ribu transaksi kelistrikan,” kata Rozy.

Capaian tersebut menunjukkan perkembangan kemitraan PLN dengan koperasi desa dan kelurahan. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan memperluas akses layanan kelistrikan sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai pusat pelayanan dan kegiatan ekonomi masyarakat. (*)
Leave a comment