Jakarta, Situsenergi.com
Kinerja sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional sepanjang 2026 dinilai masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah tantangan penurunan alami produksi lapangan tua dan dinamika industri global.
Lembaga riset energi dan pertambangan ReforMiner Institute mencatat realisasi lifting minyak nasional hingga pertengahan dan kuartal III 2026 berada di kisaran 576,2-578,2 ribu barel per hari (MBOPD), sementara salur gas mencapai 5.208 MMSCFD atau sekitar 94,5% dari target APBN.
Capaian tersebut menjadi penting di tengah meningkatnya risiko geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dan stabilitas perekonomian nasional. ReforMiner juga menyoroti 2026 sebagai tahun penting bagi industri hulu migas nasional karena sejumlah proyek strategis mulai bergerak dari tahap perencanaan menuju eksekusi.

Namun, lembaga tersebut mengingatkan masih terdapat sejumlah kendala yang dapat menghambat keberlanjutan produksi migas nasional. Fasilitas produksi yang menua, kejadian unplanned shutdown, serta tingginya ketergantungan terhadap beberapa produsen utama dinilai menjadi risiko utama yang perlu diantisipasi. Selain itu, persoalan perizinan lingkungan, izin kawasan hutan, status lahan pertanian berkelanjutan, dan tumpang tindih lahan operasional masih menjadi hambatan investasi di sektor ini.
“Pemerintah perlu memberikan insentif khusus untuk lapangan mature dan berisiko tinggi seperti memberikan fleksibilitas skema bagi hasil, tax allowance, serta fasilitas depresiasi dipercepat untuk KKKS yang mengelola lapangan tua dengan water cut tinggi agar keekonomian pengurasan minyak tahap lanjut tetap terjaga,” demikian catatan ReforMiner, Jumat (9/10/2026).
Selain pemberian insentif, ReforMiner menilai percepatan revisi Undang-Undang Migas dan penyederhanaan proses perizinan lintas kementerian juga perlu segera dilakukan untuk meningkatkan kepastian hukum, menarik investasi, serta menjaga keberlanjutan produksi migas nasional dalam jangka panjang. (DIN/GIT)
Leave a comment