Jakarta, Situsenergi.com
Pertamina kembali membawa puluhan pelaku usaha lokal ke panggung pameran kerajinan terbesar untuk memperluas pasar dan memburu peluang bisnis baru. Sebanyak 38 UMKM binaan Pertamina Group mengikuti The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) October 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), pada 7–11 Oktober 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pertamina untuk membantu UMKM naik kelas melalui perluasan jaringan pelanggan, peningkatan penjualan, dan pembukaan peluang kemitraan.

Target tahun ini semakin menarik karena pada INACRAFT Oktober 2025, sebanyak 32 UMKM binaan Pertamina berhasil membukukan transaksi hingga Rp4,7 miliar.
Transaksi Rp4,7 Miliar Jadi Modal Optimisme
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan perluasan akses pasar menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan pelaku usaha kecil dan menengah.
“Capaian transaksi tahun 2025 lalu hingga Rp4,7 miliar pada Inacraft Oktober 2025 menunjukkan peluang besar bagi produk UMKM binaan. Tahun ini, kami melibatkan 38 UMKM agar semakin banyak pelaku usaha dapat menjangkau pelanggan baru dan membangun kerja sama yang mendukung pertumbuhan usahanya,” ujar Baron.
Melalui ajang tersebut, para peserta bisa memperkenalkan produk secara langsung kepada pengunjung, distributor, peritel, hingga pembeli korporasi. Mereka juga berpeluang memahami preferensi konsumen serta menjajaki kerja sama yang dapat memperluas pemasaran.

Techno Craft Jadi Peluang Kerajinan Lokal Naik Kelas
INACRAFT October 2026 mengusung tema Techno Craft yang menghubungkan kekayaan kerajinan tradisional Indonesia dengan kebutuhan industri modern.
Tema ini menempatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan daya saing, presisi, dan nilai tambah produk tanpa menghilangkan identitas budaya maupun keterampilan tangan perajin.
Pameran tahun ini juga mendorong semangat Youthpreneur sekaligus memperkuat regenerasi industri kerajinan nasional.
Pertamina berharap kesempatan tersebut tidak berhenti pada penjualan selama pameran. Perusahaan ingin para mitra binaan memperoleh manfaat jangka panjang melalui pesanan berulang, pelanggan baru, serta kemitraan bisnis yang berkelanjutan.

“Kami berharap keikutsertaan dalam pameran ini menghasilkan manfaat yang berkelanjutan, mulai dari peningkatan penjualan hingga pesanan dan kemitraan baru. Ketika usaha mitra binaan berkembang, manfaatnya juga dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya,” tambah Baron.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM.

Dengan melibatkan lebih banyak mitra binaan, Pertamina berupaya membuka jalan bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing di industri kerajinan Indonesia. (*)
Leave a comment