Jakarta, Situsenergi.com
Kenaikan harga minyak dunia memberi dampak positif bagi kinerja PT Raharja Energi Cepu. Perusahaan yang berfokus pada investasi di sektor hulu migas ini menikmati keuntungan dari tren harga minyak yang masih tinggi.
Direktur Utama Sumantri menyampaikan bahwa kondisi geopolitik global membuat harga minyak tetap kuat. “Jujur saja perseroan sangat diuntungkan dengan situasi geopolitik global yang terjadi hari ini, sehingga meskipun kuartal IV diperkirakan turun ke 78–80 USD per barel, harga minyak masih menyentuh 90 USD per barel. Ini tentu kabar baik buat kami dan para investor,” ujarnya di Jakata, Kamis (10/9/2026).
Ia menambahkan, tren harga minyak yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu akan menopang kinerja perusahaan hingga akhir 2026. “Sepertinya perusahaan akan menutup sepanjang tahun 2026 dengan menikmati harga minyak yang relatif lebih tinggi dibanding tahun 2025,” katanya.
Sepanjang 2025–2026, perusahaan melanjutkan strategi pertumbuhan anorganik dengan memperkuat portofolio participating interest di beberapa blok migas utama. Portofolio tersebut mencakup Blok Cepu, salah satu penghasil minyak terbesar di Indonesia, Blok Jabung yang berperan penting dalam pasokan gas nasional, serta Blok Selat Madura yang baru saja diperoleh melalui akuisisi.

Dengan keterlibatan aktif di proyek-proyek migas tersebut, perusahaan semakin ketiban berkah dari tren kenaikan harga minyak global yang menopang kinerja dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. (DIN/GIT)
Leave a comment