Jakarta, situsenergi.com
PT Patra Jasa mencatat pertumbuhan bisnis yang kuat menjelang usia ke-51. Berdasarkan laporan keuangan audited 2025, perusahaan membukukan pendapatan Rp5,5 triliun atau tumbuh 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut juga melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 18 persen. Patra Jasa menilai pertumbuhan itu berasal dari peningkatan kualitas layanan, optimalisasi aset, serta ekspansi di sejumlah lini bisnis.
Pj. VP Corporate Secretary Patra Jasa Fadjar Djoko Santoso mengatakan perusahaan akan terus memperkuat daya saing melalui inovasi dan keberlanjutan.

“Memasuki usia ke-51, Patra Jasa semakin optimistis untuk terus bertumbuh dengan menjadikan inovasi, kualitas layanan, dan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi perusahaan,” ujar Fadjar.
Di sisi bisnis, Patra Jasa memperluas layanan Facility Management Services (FMS) ke pasar non-captive. Salah satunya melalui kerja sama dengan Mandiri Corporate University yang melibatkan 146 tenaga kerja untuk layanan housekeeping, gardening, engineering, security, parking, dan support services.
Patra Jasa juga meresmikan Patra Training Center Area Indonesia Timur di Balikpapan. Fasilitas tersebut menjadi pusat pengembangan kompetensi tenaga FMS untuk wilayah Kalimantan dan Indonesia Timur.
Pada aspek keberlanjutan, perusahaan menjalankan 15 program TJSL yang menjangkau sekitar 60.269 penerima manfaat. Program itu mencakup pengelolaan sampah, inovasi ramah lingkungan, hingga penanaman 1.000 bibit mangrove.

Sepanjang satu tahun terakhir, Patra Jasa juga meraih 30 penghargaan tingkat nasional dan Pertamina Group. Capaian tersebut memperkuat komitmen perusahaan untuk terus tumbuh dengan mengedepankan kualitas, tata kelola, dan keberlanjutan. (*)
Leave a comment