Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil meningkatkan produksi minyak Lapangan Handil di Kalimantan Timur setelah menyelesaikan Program Handil Rejuvenation. Revitalisasi fasilitas tersebut dilakukan untuk menjaga produktivitas lapangan migas mature sekaligus memperpanjang usia operasinya.
Setelah perawatan fasilitas Central Processing Area (CPA), produksi Lapangan Handil tercatat mencapai 15.020 barel minyak per hari (bopd). Angka itu naik sekitar 5 persen dibanding sebelum pelaksanaan planned shutdown.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, mengatakan peningkatan produksi didorong optimalisasi sistem proses dan compressor.
“Peningkatan produksi itu didukung oleh kinerja sistem proses dan compressor yang lebih optimal,” ujar Sunaryanto, Kamis (7/5/2026).
Program revitalisasi yang mulai dipersiapkan sejak 2023 tersebut mencakup penggantian pipa utama CPA sepanjang 350 meter, pembaruan sistem Distributed Control System (DCS), hingga Fire & Gas System.
Selain itu, PHM juga melakukan perawatan empat compressor, delapan vessel, serta inspeksi pipa penyalur menggunakan teknologi Intelligent Pigging.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan seluruh pekerjaan dilakukan dengan standar HSSE yang ketat. Program full shutdown itu melibatkan hampir 1.000 personel dengan total 241.176 jam kerja.
“Kegiatan full shutdown yang kompleks tersebut melibatkan hampir 1.000 personel dengan total 241.176 jam kerja,” kata Setyo.

PHM memastikan proses tie-in dan perawatan fasilitas selesai lebih cepat dari target tanpa insiden. Produksi pun kembali stabil dengan kehilangan produksi lebih rendah dari estimasi awal. (DIN/GIT)
Leave a comment