Jakarta, Situsenergi.com
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance/TUGU) berhasil menjaga performa keuangan tetap solid di tengah tekanan geopolitik global dan fluktuasi harga energi pada kuartal I-2026. Perusahaan mencatat laba bersih Rp265,62 miliar, menunjukkan daya tahan bisnis yang kuat di tengah pasar yang dinamis.
Kinerja ini tidak lepas dari strategi disiplin dalam underwriting serta pengelolaan risiko yang terukur. Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, Fitri Azwar, menegaskan bahwa perusahaan fokus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan mitigasi risiko.
“Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dan volatilitas harga energi, Perseroan tetap fokus menjaga kualitas pertumbuhan bisnis,” ujar Fitri.
Dari sisi operasional, pendapatan jasa asuransi mencapai Rp2,57 triliun atau naik 5,96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hasil jasa asuransi juga meningkat menjadi Rp461,01 miliar, ditopang lini unggulan seperti fire & property, offshore, dan marine cargo.

Tak hanya itu, pendapatan investasi tercatat Rp88,17 miliar, mencerminkan strategi investasi yang tetap hati-hati. Sementara itu, pendapatan operasional lainnya melonjak 31,25% menjadi Rp156,02 miliar, didorong kontribusi anak usaha.
Dari sisi fundamental, struktur keuangan Tugu Insurance tetap kokoh. Total ekuitas mencapai Rp10,17 triliun dengan Risk Based Capital (RBC) di level 420,5%. Total aset juga menyentuh Rp29,69 triliun per Maret 2026.
Fitri menambahkan, kekuatan modal ini memberi ruang bagi perusahaan untuk terus tumbuh tanpa mengorbankan stabilitas. “Struktur permodalan yang solid memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk menjaga stabilitas kinerja sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ke depan,” jelasnya.
Ke depan, Tugu Insurance akan terus mengoptimalkan portofolio, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan kontribusi entitas anak guna menjaga pertumbuhan berkelanjutan. (*)
Leave a comment