Jakarta, situsenergi.com
PT Pertamina EP Zona 4 memasang target ambisius pada 2026. Unit hulu migas ini membidik produksi minyak mencapai 30.305 barel per hari (BOPD) serta gas sebesar 485,07 MMSCFD.
Manajemen menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar target tersebut. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi lapangan yang sudah berproduksi melalui program pengeboran, integrasi subsurface dan surface, hingga pemanfaatan teknologi berbasis data.
General Manager Pertamina EP Zona 4, Djudjuwanto, menegaskan perusahaan terus memperkuat operasi berkelanjutan guna menjaga pasokan energi nasional.
“PEP Zona 4 mendorong peningkatan produksi melalui praktik operasi berkelanjutan demi mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Djudjuwanto, Jumat (13/3/2026).
Kinerja produksi pada 2025 menunjukkan tren positif. Zona 4 mencatat produksi minyak sebesar 27.643 BOPD, sementara gas mencapai 530,9 MMSCFD. Program pengeboran juga memberikan hasil signifikan. Produksi minyak melonjak dari 385 barel per hari pada 2019 menjadi 3.874 barel per hari pada 2025. Di sisi lain, produksi gas naik dari 0,34 MMSCFD menjadi 12,21 MMSCFD.
Untuk menjaga momentum tersebut, perusahaan menggenjot aktivitas operasi. Sepanjang tahun lalu, tim merealisasikan 69 pengeboran sumur, 51 kegiatan workover, serta lebih dari 1.000 pekerjaan well intervention dengan pengelolaan risiko yang ketat.
Dari sisi keselamatan kerja, capaian juga mencolok. Operasi mencatat lebih dari 1.050 hari tanpa kecelakaan kerja atau Zero LTI hingga Januari 2026, dengan total 84,8 juta safe manhours.
“Pencapaian ini adalah buah kerja keras seluruh insan PHR Zona 4. Kami akan terus memperkuat kolaborasi agar kinerja positif bisa dijaga,” kata Djudjuwanto.

Saat ini, Pertamina Hulu Rokan Regional Sumatra Zona 4 mengelola tujuh wilayah kerja di Sumatra Selatan di bawah koordinasi SKK Migas wilayah Sumbagsel. (DIN/GIT)
Leave a comment