Jakarta, Situsenergi.com
PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) memastikan aktivitas pengeboran minyak dan gas tetap berjalan penuh selama Ramadhan 2026. Perusahaan menurunkan lebih dari 3.000 perwira untuk menjaga operasional rig sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Direktur Utama PDSI, Avep Disasmita, menegaskan seluruh kegiatan pengeboran tidak mengalami gangguan meski para pekerja menjalankan ibadah puasa. Ia meminta setiap kru tetap disiplin dan menjaga standar keselamatan kerja.
“Namun demikian, saya mengingatkan seluruh perwira untuk tetap mengutamakan faktor keselamatan, meskipun dalam kondisi berpuasa,” ujar Avep, Rabu (11/3/2026).
PDSI juga memperkuat penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) agar seluruh aktivitas rig berlangsung aman. Selain itu, perusahaan mendorong budaya saling peduli di lapangan agar setiap pekerja berani mengingatkan rekan kerja ketika melihat potensi bahaya.

Instrumen Stop Work Authority (SWA) menjadi kunci penting dalam sistem keselamatan. Melalui mekanisme ini, kru dapat menghentikan pekerjaan jika menemukan risiko yang berpotensi membahayakan.
“Kita harus saling mengingatkan dan peduli kepada teman kerja. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai kelengahan sekecil apa pun menimbulkan risiko,” tegasnya.
Saat ini PDSI mengoperasikan 37 rig yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Papua. Operasi tersebut mencakup pengeboran darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore).
Dengan jaringan rig yang luas dan ribuan kru di lapangan, PDSI menegaskan perannya sebagai tulang punggung jasa pengeboran nasional. Perusahaan juga memastikan seluruh operasi tetap berjalan stabil selama bulan suci demi menjaga pasokan energi Indonesia. (DIN/GIT)
Leave a comment