Home MIGAS Blok Rokan Terguncang Awal 2026, ESDM Turun Tangan Kejar Produksi Migas
MIGAS

Blok Rokan Terguncang Awal 2026, ESDM Turun Tangan Kejar Produksi Migas

Share
Gangguan pipa gas tekan produksi Blok Rokan. ESDM turun tangan, ancam sanksi, dan kawal pemulihan agar produksi migas kembali ngebut.
Share

Jakarta, situsenergi.com

Awal 2026 menjadi momen krusial bagi industri migas nasional. Gangguan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Sumatera sempat menekan kinerja Blok Rokan, salah satu tulang punggung produksi minyak Indonesia. Pemerintah pun bergerak cepat agar dampaknya tak berlarut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, insiden tersebut memicu kehilangan produksi yang tidak kecil. Kebocoran pipa gas menyebabkan potensi kehilangan sekitar 2 juta barel minyak di awal tahun.

“Di awal tahun ini mengalami ada sedikit musibah kecil di Sumatera, pipa kita bocor yang kehilangan potensi loss kurang lebih sekitar 2 juta barel,” ujar Bahlil, Sabtu (24/1/2026).

Tak berhenti di situ, Bahlil juga memberi sinyal keras. Pemerintah menilai terdapat unsur kelalaian dan memastikan sanksi akan dijatuhkan kepada pihak terkait, baik di internal Kementerian ESDM maupun BUMN.

“Saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait,” tegasnya.

Untuk memastikan pemulihan berjalan sesuai target, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, turun langsung ke lapangan. Ia mendatangi Kantor Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan mengapresiasi langkah cepat yang diambil operator blok.

Menurut Laode, pengalihan penggunaan bahan bakar ke solar serta pengaturan beban listrik menjadi solusi efektif untuk menjaga kelangsungan produksi.

“Langkah pengalihan bahan bakar ke solar serta manajemen beban listrik terbukti mampu menjaga ribuan sumur tetap berproduksi,” katanya.

Dari sisi operator, Direktur Utama PHR Muhammad Arifin menegaskan kesiapan tim menghadapi situasi darurat. Ia menyebut gangguan eksternal ini menjadi ujian nyata ketangguhan operasi di Blok Rokan.

“Gangguan eksternal ini memang tantangan berat, namun ketangguhan operasi kami telah teruji. Kami optimis, dengan pulihnya pasokan energi, kami siap melakukan ramp-up produksi,” ujarnya.

PHR juga memastikan seluruh proses pemulihan tetap mengedepankan keselamatan kerja serta perlindungan lingkungan. Pemerintah kini mengawal ketat proses pemulihan agar produksi migas nasional kembali stabil dan target energi tetap terjaga. (DIN/GIT)


Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Kembali Jadi Nomor 1 di Fortune Indonesia 100, Pendapatan Tembus Rp1.189 Triliun

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina kembali menunjukkan taringnya di jajaran perusahaan raksasa Indonesia. PT...

Pertamina Sabet Penghargaan IABC 2026, Kampanye Digital Saat Bencana Jadi Sorotan

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina kembali mencuri perhatian di panggung komunikasi korporasi. PT Pertamina...

Bikin Melongo! Ribuan UMKM Aceh Mendadak Tembus Pasar Nasional, Apa Rahasianya?

​Jakarta, Situsenergi.com Produk lokal asal Aceh kini semakin unjuk gigi dan siap...

22 Kampus Siap Adu Inovasi Energi, Final Nasional PGTC 2026 Makin Panas

Jakarta, Situsenergi.com Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 memasuki babak paling panas....