Jakarta, Situsenergi.com
PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan dampak nyata proyek strategis nasional. Pembangunan Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, tidak hanya memperkuat pasokan energi, tetapi juga langsung menggerakkan ekonomi daerah.
Proyek raksasa ini mencakup Pipa Gas Senipah, tangki penyimpanan Lawe-lawe, Crude Distillation Unit (CDU), RFCC Complex, hingga Terminal BBM Tanjung Batu. Seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk menopang distribusi energi di Indonesia Timur sekaligus menciptakan efek ekonomi berlapis.
Dampaknya terasa hingga level paling bawah. Yanti, pemilik warung makan di sekitar kilang, merasakan lonjakan pelanggan sejak proyek berjalan. Warung sederhananya kini rutin dipadati para pekerja proyek.

“Alhamdulillah, kita bersyukur. Untuk sehari-hari perputaran ada. Mudah-mudahan pekerja Pertamina dan yang lain tetap datang ke warung sekitar sini,” ujar Yanti.
Cerita serupa datang dari Tuti, pemilik Warung Kube Mandiri di Mekar Sari. Jam makan siang menjadi waktu paling sibuk karena pekerja proyek memenuhi warungnya.
“Makan siang ramai sekali, kadang tempat duduknya juga kurang. Lumayan sekali ada proyek itu dan sangat membantu,” katanya.
Di balik geliat UMKM, proyek ini juga membuka lapangan kerja masif. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut fase konstruksi telah menyerap sekitar 24 ribu tenaga kerja, mayoritas tenaga kerja dalam negeri. Saat fase operasi nanti, kilang diproyeksikan melibatkan sekitar 2.000 pekerja langsung, belum termasuk efek tidak langsung di sektor pendukung.
“Proyek yang dibangun Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan multiplier effect yang nyata bagi masyarakat,” tegas Baron.
Pertamina juga menjaga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di kisaran 35 persen. Langkah ini memperkuat industri nasional, mulai dari manufaktur hingga jasa, agar tumbuh bersama proyek energi strategis.
Ke depan, proyek Kilang Balikpapan menjadi bukti konkret bahwa investasi energi mampu mendorong ekonomi daerah, membuka kerja, dan memperkuat UMKM. Seluruh langkah ini sejalan dengan komitmen Pertamina terhadap ESG, SDGs, dan target Net Zero Emission 2060. (*)
Leave a comment