Home ENERGI Angkutan Batu Bara KAI Tumbuh 4,3%, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
ENERGI

Angkutan Batu Bara KAI Tumbuh 4,3%, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat peningkatan signifikan dalam angkutan batu bara pada Januari–Oktober 2025. Total volume mencapai 47,77 juta ton, naik 4,3% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 45,78 juta ton. Batu bara menjadi andalan logistik KAI, menyumbang 83% dari total angkutan barang yang mencapai 57,56 juta ton.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa kenaikan ini menunjukkan peran vital KAI dalam menjaga ketahanan energi nasional. “Sebagian besar batu bara yang kami angkut digunakan sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Jawa dan Bali. Listrik dari PLTU ini menopang rumah tangga, fasilitas publik, dan kegiatan industri di seluruh Indonesia,” ujar Anne, Kamis (6/11/2025).

Optimalisasi angkutan berbasis rel menjadi fokus KAI untuk membangun ekosistem energi nasional yang efisien dan berkelanjutan. “Kami berkomitmen menyediakan layanan logistik tepat waktu, berkapasitas besar, dan efisien. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah mengurangi truk ODOL mulai 2026,” tambahnya.

KAI menyiapkan berbagai infrastruktur untuk mendukung target pertumbuhan volume angkutan barang hingga 15% pada 2029. Salah satunya pembangunan Terminal Tarahan II yang mampu menampung hingga 18 juta ton batu bara, serta pengembangan fasilitas bongkar muat di Kertapati dengan kapasitas tambahan 7 juta ton. Wilayah Sumatera Selatan diproyeksikan menjadi kontributor utama, dengan potensi tambahan angkutan 27,8 juta ton.

Selain meningkatkan efisiensi, KAI juga menekankan keberlanjutan lingkungan. Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif dan genset menggunakan Biosolar B40—campuran bahan nabati 40%. “Penggunaan B40 membuat angkutan kereta lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung transisi energi nasional,” jelas Anne.

Dengan strategi ini, KAI tidak hanya memperkuat logistik batu bara untuk kebutuhan energi nasional, tapi juga mendorong transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan, sekaligus menjadi tulang punggung ketahanan energi Indonesia ke depan. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...