Home MIGAS Pertamina Gegerkan Dunia! SAF dari Minyak Jelantah Terbang Perdana di Asia Tenggara
MIGAS

Pertamina Gegerkan Dunia! SAF dari Minyak Jelantah Terbang Perdana di Asia Tenggara

Share
Pertamina Gegerkan Dunia! SAF dari Minyak Jelantah Terbang Perdana di Asia Tenggara
Pertamina sukses uji terbang SAF dari minyak jelantah, pertama di Asia Tenggara. Emisi karbon bisa turun hingga 84%!
Share

Jakarta, situsenergi.com

Pertamina kembali bikin gebrakan! Untuk pertama kalinya di Asia Tenggara, Pertamina berhasil menerbangkan pesawat dengan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah. Uji coba ini dilakukan bersama maskapai Pelita Air di rute Jakarta–Bali dari Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Rabu (20/8).

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menegaskan inovasi SAF ini jadi wujud nyata komitmen Pertamina menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, keberhasilan ini hanya bisa tercapai lewat sinergi holding dan subholding Pertamina yang kuat.

“Pertamina SAF membuktikan inovasi kita tidak berhenti di sini, tapi membangun Indonesia dengan langit yang lebih bersih. Indonesia punya sumber daya alam melimpah dan berpeluang memimpin transisi energi dunia. Dengan sertifikasi International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), saya berharap bukan hanya Pelita Air yang pakai, tapi juga maskapai lain hingga bisa diekspor,” ujar Iriawan.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyebut peluncuran SAF menandai tonggak penting bisnis masa depan Pertamina. Ia menegaskan Pertamina kini menjadi Regional Champion SAF karena berhasil menciptakan ekosistem hulu-hilir SAF pertama di ASEAN.

“Berdasarkan uji coba, SAF Pertamina mampu memangkas emisi karbon hingga 84% dibanding avtur konvensional. Ini kontribusi nyata Pertamina untuk Indonesia sekaligus menjadikan SAF pertama di Asia Tenggara,” ungkap Simon.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menambahkan Indonesia punya potensi besar lewat minyak jelantah. Ia optimistis Pertamina bisa menjadi pemain utama SAF bukan hanya di dalam negeri, tapi juga Asia Tenggara.

“Target kita jelas, Indonesia jadi hub produsen SAF di kawasan, bahkan global. Dengan potensi minyak jelantah yang sangat besar, hal ini bisa terwujud,” kata Oki.

Inovasi ini menegaskan peran Pertamina sebagai pemimpin transisi energi. Lewat SAF, Pertamina berkomitmen mendukung target net zero emission 2060 sekaligus sejalan dengan penerapan ESG dan SDGs di seluruh lini bisnis. (*)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Menata Ulang Subsidi BBM untuk Pemerataan Akses Energi Nasional

Oleh : Dina Nurul FitriaAnggota Dewan Energi Nasional Unsur Konsumen 2020–2025 Subsidi...

Pasar Murah Pertamina Dimulai dari Tuban, Paket Sembako Rp211 Ribu Dijual Rp30 Ribu

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) menggelar program pasar murah untuk membantu masyarakat...

IRESS Desak Kejagung Kejar Dugaan Kerugian Pada AP BUMN Rp451 Miliar Terkait Perusahaan Samin Tan

Jakarta, situsenergi.com Penetapan Samin Tan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam kasus...

PGE Borong PROPER Emas, Kamojang 15 Kali Beruntun dan Ulubelu Kian Bersinar

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) kembali mencetak prestasi dengan...