Home ENERGI Panas Bumi RI Baru Digarap 12%, API: Sudah Saatnya Move On!
ENERGI

Panas Bumi RI Baru Digarap 12%, API: Sudah Saatnya Move On!

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Indonesia dikenal punya harta karun panas bumi terbesar di dunia. Tapi faktanya, baru sekitar 12% yang dimanfaatkan. Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), Julfi Hadi, menilai sudah waktunya Indonesia “move on” dengan cara pandang baru supaya energi panas bumi bisa lebih maksimal digarap.

“Sudah 30 tahun kita ngomongin panas bumi, tapi progresnya masih belum optimal. Padahal cadangan kita paling besar di dunia,” kata Julfi, Rabu (2/7/2025).

Menurutnya, panas bumi bukan cuma soal energi bersih, tetapi juga peluang untuk menciptakan industrialisasi hijau dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Hanya saja, mimpi itu butuh dukungan nyata—mulai dari teknologi canggih, model bisnis baru, hingga biaya investasi yang lebih efisien.

“Kita butuh political will biar industri panas bumi bisa benar-benar tumbuh,” tegasnya.

API sendiri menargetkan kapasitas terpasang panas bumi Indonesia bisa mencapai 3,8 gigawatt (GW) pada 2029, sedikit di atas target pemerintah yang 3,6 GW. Bahkan, Julfi optimis kapasitas ini bisa naik dua kali lipat menjadi 7,8 GW pada 2034.

Namun, jalannya tidak mulus. Tantangan panas bumi masih klasik: risiko eksplorasi tinggi, modal yang besar, hingga keterbatasan jaringan listrik untuk mengalirkan energi dari lokasi-lokasi sumber panas bumi yang kebanyakan berada di daerah terpencil.

Julfi pun mendorong skema pembangunan bertahap (staged development), pemakaian teknologi baru seperti pembangkit modular, hingga sistem pompa yang lebih efisien. Ia juga menilai pembangunan supergrid—jaringan listrik jarak jauh—jadi kunci agar listrik panas bumi bisa dialirkan ke pusat-pusat konsumsi.

“Kalau supergrid terwujud, panas bumi bisa jadi pemain utama dalam transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” tandas Julfi. (DIN/GIT)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...