Home MIGAS BPH Migas: Realisasi Penyaluran Solar dan Minyak Tanah Periode Januari–April 2024 Capai 30,12 Persen
MIGAS

BPH Migas: Realisasi Penyaluran Solar dan Minyak Tanah Periode Januari–April 2024 Capai 30,12 Persen

Share
Share

Jakarta, situsenergi.com

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Erika Retnowati mengungkapkan, realisasi penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT), yang meliputi solar dan minyak tanah, mencapai 30,12 persen untuk periode Januari–April 2024.

“Realisasi penyaluran JBT untuk Januari–April 2024 telah mencapai 5,57 juta kiloliter (KL) atau sebesar 30,12 persen dari total kuota JBT yang dialokasikan sebesar 18,49 KL,” kata Hal ini disampaikan Kepala BPH Migas Erika Retnowati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (27/5).

Menurut Erika, rincian dari realisasi tersebut antara lain minyak solar sebanyak 5,40 juta KL dari kuota yang dialokasikan sebesar 17,969 KL, dan minyak tanah sebesar 0,17 juta KL dari kuota yang dialokasikan sebesar 0,523 KL.

“Atas dasar realisasi penyaluran solar dan minyak tanah hingga April 2024, kita memperkirakan realisasi solar pada Desember 2024 akan mencapai 17,88 juta KL atau 99,50 persen dari kuota yang dialokasikan,” tukasnya.

“Sementara untuk penyaluran minyak tanah pada Desember 2024, diperkirakan akan mencapai 0,508 juta KL atau sebesar 97,13 persen dari kuota yang dialokasikan,” sambung Erika.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengatakan bahwa pihaknya melakukan pencadangan kuota minyak solar pada 2024 sebesar kurang lebih 1 juta KL untuk pengendalian.

“Pencadangan tersebut, bertujuan agar tidak terjadi over kuota atau penyaluran yang melebihi kuota pada akhir tahun. Agar BBM bersubsidi didistribusikan sesuai kebutuhan,” katanya.

Sebelumnya, Erika juga menyoroti soal konsumsi solar sebesar 17,57 juta KL pada tahun 2023, lebih rendah ketika dibandingkan dengan tingkat konsumsi solar pada 2022 yang mencapai 17,61 juta KL.

“Penurunan ini disebabkan adanya pengendalian penyaluran melalui penggunaan QR Code mulai Juni 2022,” kata Erika.

“Penurunan juga diakibatkan oleh peningkatan pengawasan di lapangan, serta tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi penyaluran BBM bersubsidi,” pungkasnya.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PHR Gaspol Produksi Migas, EPF Baru di Libo GS Resmi Beroperasi

LIBO, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan resmi mengoperasikan Early...

CCS Indonesia Makin Ngebut, PHE Bidik Peluang Ekonomi Baru dari Karbon

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempertegas langkah dekarbonisasi lewat pengembangan...

Pertamina Hulu Indonesia Gebrak Konservasi Orang Utan, 600 Ribu Pohon Ditanam di Kalimantan

Balikpapan, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memperkuat konservasi orang utan di...

236 Program Sosial PHE Bertarung, Dua Wilayah Sabet Gelar Tertinggi CID Award 2026

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kembali mengapresiasi berbagai terobosan pemberdayaan...