Home MIGAS Dirut PT KPI Sebut Ukuran Kinerja Kilang Ditentukan Empat Indikator Utama, Apa Saja?
MIGAS

Dirut PT KPI Sebut Ukuran Kinerja Kilang Ditentukan Empat Indikator Utama, Apa Saja?

Share
Dirut PT KPI Sebut Ukuran Kinerja Kilang Ditentukan Empat Indikator Utama, Apa Saja?
Share

Jakarta, situsenergi.com

Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Taufik Aditiyawarman ada empat indikator utama yang menjadi ukuran kinerja kilang yakni intake bahan baku kilang, persentase produk bernilai tinggi terhadap intake (yield valuable), indeks intensitas penggunaan energi (energy intensity index), dan indikator kehandalan operasi kilang terhadap perencanaan operasi (plant availability factor).

“Untuk memastikan pencapaian-pencapaian tersebut, KPI melakukan strategi utama untuk mendorong kinerja positif, di antaranya inovasi, optimasi kilang, pengendalian kehandalan kilang serta efisiensi biaya operasional,” kata Taufik dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/2).

Ia juga mengungkapkan bahwa optimasi kilang dilakukan dengan menghasilkan produk bernilai tinggi (high valuable product) sesuai dengan pergerakan crack spread (perbedaan antara harga bahan baku minyak mentah dan harga produk yang dihasilkan kilang).

“Optimasi kilang juga dilakukan dalam proses pengadaan crude. Kami diberikan fleksibilitas dalam mengolah crude agar dapat memberikan profitabilitas kilang yang lebih baik,” katanya.

Lebih jauh ia mwngatakan, upaya untuk menghasilkan produk-produk bernilai tinggi dilakukan untuk meningkatkan angka yield valuable dengan mendorong kilang untuk menghasilkan produk-produk bernilai tinggi.

“KPI berhasil menjadikan imbal hasil produk atau yield valuable product (YVP) di atas target. Persentase produksi produk bernilai tinggi, mencapai realisasi sekitar 83 persen, lebih tinggi dibandingkan target pada rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) sekitar 81 persen,” paparnya.

“Sedangkan, pada aspek kehandalan kilang, KPI juga berhasil mencapai target. Sepanjang 2023, plant availability factor berhasil dicapai di atas 99 persen,” ucap Taufik.

Sementara terkait dengan efisiensi biaya operasi kilang, Taufik mengatakan pemakaian energi dapat dikendalikan hingga angkanya di bawah target RKAP.

KPI mencatat indeks intensitas penggunaan energi untuk produksi di kilang atau energy intensity index (EII) tercatat di angka 106,4, lebih baik daripada yang ditetapkan pada RKAP sebesar 107,8.

Diketahui, untuk angka realisasi EII, semakin kecil angka indeks, menggambarkan kinerja yang semakin baik. Program yang dilakukan untuk penurunan EII tersebut, yakni utilisasi listrik dan gas eksternal serta peremajaan peralatan.

“Saya mengajak semua pekerja KPI untuk terus memberikan kinerja terbaik. Semoga pencapaian 2023 dapat menjadi semangat dan mendorong kinerja lebih baik lagi di tahun 2024,” kata Taufik.

Pihaknya juga mencatat telah mengolah minyak mentah di atas 340 juta barel selama 2023. Sementara pada 2022 lalu, KPI mengolah 321 juta barel. Jika dibandingkan, jumlah intake tersebut mengalami peningkatan sekitar 6 persen dibandingkan periode 2022.

“Tahun 2024 target akan semakin meningkat seiring dengan mulai selesainya peningkatan kapasitas produksi di kilang Balikpapan dan juga kemampuannya memproduksi produk dengan kualitas tinggi setara dengan Euro 5,” pungkasnya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan kinerja positif yang dicatatkan PT KPI berkontribusi pada upaya Pertamina menyediakan bahan bakar yang berkualitas.

“Dengan selesainya sejumlah proyek kilang secara bertahap oleh PT KPI, Pertamina dapat menyediakan BBM berkualitas dan terus mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional,” kata Fadjar.(Ert/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

MotoGP Mandalika Bukan Cuma Balapan, 30 UMKM Lokal Kebagian Panggung Cari Cuan

Lombok, Situsenergi.com Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tak hanya menjadi...

Meet & Greet MotoGP Mandalika 2026 Bikin Fans Heboh, Mario Aji dan Veda Jadi Sorotan!

Lombok, Situsenergi.com Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bukan hanya menyuguhkan persaingan...

Tempuh 1.400 Km Demi MotoGP Mandalika, Riders Dapat Bonus Pengalaman Jelajahi Bisnis Pertamina

Lombok, Situsenergi.com Perjalanan menuju MotoGP Mandalika kali ini bukan sekadar soal memacu...

Bukan Cuma Bisnis Energi, Tim Hukum Pertamina Borong Pengakuan Bergengsi di IHCSA 2026

Bali, Situsenergi.com Kiprah PT Pertamina (Persero) di industri energi tak hanya bertumpu...