Home ENERGI Adhi Karya tertaik dengan Bisnis Pengolahan Limbah Migas
ENERGI

Adhi Karya tertaik dengan Bisnis Pengolahan Limbah Migas

Share

Pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek stasiun kereta Bandara Soekarno Hatta di Tangerang, Banten, Selasa (14/3/2017). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan pengerjaan proyek kereta bandara baru mencapai 60 persen dan diperkirakan selesai pada Juni 2017. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Share

Jakarta, situsenergy.com

PT Adhi Karya (Persero) Tbk membidik bisnis pengolahan limbah untuk sektor minyak dan gas maupun batu bara. Langkah itu ditempuh perseroan terkait dengan kontrak beberapa blok migas yang akan berakhir beberapa tahun mendatang.

Direktur Operasi I PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Saddewa Soediro mengatakan, ada beberapa peluang terkait dengan pengelolaan limbah dari beberapa blok migas yang masa konsesinya segera berakhir.

”Chevron berakhir 2018. Kemudian, Blok Mahakam Total E&P sudah berakhir 2017,” ujar Budi belum lama ini. Beberapa kontrak blok migas juga berakhir pada 2022 maupun 2023. Sebut saja Petrochina, ConocoPhillips, dan British Petroleum.

Bukan hanya sektor migas, potensi yang cukup besar juga berasal dari sektor pertambangan. Beberapa kontrak tambang akan selesai pada 2018 dan 2019. Menurut Budi, hal itu mengacu pada UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Terutama pasal 40 ayat 3 mengenai kewajiban untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan pencemaran serta pemulihan atas kerusakan lingkungan hidup, termasuk kewajiban pascaoperasi pertambangan. ”Potensinya sangat besar. Kalau kami hitung berdasar luasan yang tercemar, tercatat 800 area tercemar,” kata Budi.

Total luas area yang tercemar mencapai 170 kilometer persegi. Volumenya 7-8 juta meter kubik. Potensi secara keseluruhan bisa mencapai Rp 176 triliun. Sekarang yang sudah jatuh tempo dan bisa dibidik perseroan sekitar Rp 8,6 triliun.

Pihaknya berharap pada semester kedua tahun ini lini bisnis baru tersebut sudah bisa dijalankan. Rencananya, Adhi Karya menggandeng laboratorium ITB untuk pengolahan limbah. ”Kami sudah membidik beberapa perusahaan untuk target pengolahan limbah,” ujar Budi.(hel)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Jindi Gaspol! Dua Sumur Baru di Sumsel Tembus Target Produksi Minyak

Jakarta, Situsenergi.com Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas. Kontraktor Kontrak Kerja...

Kurangi Impor BBM, Pemerintah Susun Program E50

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah mulai menyiapkan program E50, yaitu bahan bakar bensin yang...

AKR Corporindo Bidik JIIPE Mesin Pertumbuhan Baru

Jakarta, Situsenergi.com PT AKR Corporindo Tbk akan menjadikan Java Integrated Industrial and...

Ribuan Mahasiswa “Disetrum” Isu Energi, PHE Bongkar Peluang Karier Migas di PGTC 2026

KENDARI, Situsenergi.com Ribuan mahasiswa di Kendari mendapat suntikan wawasan soal masa depan...