Home ENERGI DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana IPO Pertamina Hulu Energi
ENERGI

DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana IPO Pertamina Hulu Energi

Share
Share

Jakarta, Situsenergi.com

DPR RI meminta pemerintah khususnya Kementerian BUMN untuk mempertimbangkan kembali terkait rencana melepas saham PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ke publik melalui Initial Public Offering (IPO).

Nusron Wahid Anggota Komisi VI DPR RI, mengungkapkan perlu ada kajian yang lebih mendalam bagi PHE bisa melantai di BEI. Menurutnya perusahaan Sub Holding Upstream (SHU) Pertamina ini tidak tepat jika dipaksa harus dikelola secara terbuka. Pasalnya bisnis yang dijalankan terlalu strategis dan memenuhi hajat hidup rakyat Indonesia.

“Upstream sama downstream jangan. Pertama adalah PHE tempat orang produksi minyak, tempat orang mencari produksi minyak, yang kedua adalah Pertamina Patra Niaga tempat orang mendistribusikan minyak,” ujar Nusron saat rapat dengar pendapat (RDP) di DPR RI, Rabu (8/12/2022).

Nusron berpendapat, masih ada entitas usaha Pertamina lain yang lebih tepat untuk IPO. Apabila PHE diharuskan bisa melantai di BEI pada 2023 mendatang, Nusron khawatir pemenuhan hajat hidup rakyat Indonesia terganggu oleh kepentingan pemegang saham.

“Ada lini bisnis lain Pertamina yang lebih pas untuk IPO, misalnya seperti PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) atau PT Pertamina International Shipping (PIS),” ulasnya.

Sebelumnya Pahala N Mansury, Wakil Menteri BUMN I menyatakan bahwa PHE berencana menawarkan saham perdana ke publik (Initial Public Offering/ IPO) sebesar 10%-15% di bursa saham Indonesia. Dikatakan bahwa PHE sudah melakukan registrasi dari OJK dan mulai melakukan market sounding untuk memuluskan rencana IPO.

Pahala mengatakan, rencana IPO PHE ini dilakukan untuk mendiversifikasi sumber pendanaan dalam rangka mengembangkan blok-blok migas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. 

“Pelaksanaan IPO bisa juga akan meningkatkan diversifikasi pendanaan dari hanya bisa mendapatkan dari Holdingnya Pertamina dan kedepannya kami lihat total capex untuk bisa mengembangkan PHE USD4 miliar – 6 miliar atau Rp60 triliun – Rp90 triliun. Ini pendanaan yang besar,” kata Pahala. (DIN/SL)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...