Home MINERBA Diversifikasi Portofolio Bisnis Perusahaan, Adaro Energy Siap Masuk Industri Aluminium
MINERBA

Diversifikasi Portofolio Bisnis Perusahaan, Adaro Energy Siap Masuk Industri Aluminium

Share
Diversifikasi Portofolio Bisnis Perusahaan Adaro Energy Siap Masuk Industri Aluminium
Share

Jakarta, Situsenergi.com 

 PT Adaro Energy Indonesia Tbk menyatakan keseriusannya masuk ke industri aluminium sebagai bagian dari diversifikasi portofolio bisnis perusahaan ke depan. Diharapkan tahun ini dan tahun 2023 pembangunan smelter sudah bisa dimulai, sehingga pada 2024 pembangunannya sudah selesai.

Menurut Presiden Direktur Adaro Energy Indonesia Garibaldi Thohir, melalui industri aluminium Adaro diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kendaraan listrik dan baterai listrik di Tanah Air.

Sebelumnya, anak usaha Adaro Energy yaitu PT Adaro Aluminium Indonesia telah menandatangani Surat Pernyataan Maksud Investasi (Letter of Intention to Invest) sebesar Rp10,4 triliun untuk membangun smelter aluminium di Kawasan Industri Hijau Indonesia, Kalimantan Utara.

“Pengembangan smelter tersebut diharapkan dapat mendukung program hilirisasi di sektor pertambangan agar menambah nilai jual dari produk yang dihasilkan,” kata ,” kata Garibaldi yang dikutip di Jakarta, Selasa.

Pria yang akrab disapa Boy Tohir ini menjelaskan, keputusan perusahaan masuk pada industri aluminium juga sejalan dengan transformasi Adaro menuju empat pilar bisnis yaitu Coal, Mineral, Clean Energy dan Adaro Green Industry.

 “Saat ini sudah ada teknologi mobil listrik berbahan aluminium. Seperti yang digunakan oleh mobil listrik Lucid, semuanya serba aluminium mulai dari rangka mesin hingga body mobil. Jadi berbobot sangat ringan,” katanya.

Namun ia menjelaskan, saat ini yang menjadi fokus perusahaan adalah membangun smelter karena investasi untuk pembangunan smelter aluminium bagian dari mendukung program hilirisasi industri yang telah dicanangkan pemerintah.

Dampak perang Rusia-Ukraina

Pada kesempatan itu, Boy Thohir juga bercerita soal dampak perang antara Rusia dan Ukraina terhadap kinerja perusahaan.

“Akibat perang Rusia-Ukraina pesanan batu bara berdatangan dari sejumlah negara Uni Eropa, seiring dengan larangan pembelian batubara dari Rusia,” ujarnya.

Terbatasnya pasokan batubara asal Rusia dan Eropa menurutnya, membuat harga batubara bergerak pada level yang tinggi.

 “Sudah mulai ada permintaan dari negara Uni Eropa ke Indonesia. Menurut hemat saya, so far kita thanks God lah ya,” ucapnya.(ERT/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Timah Rakyat Tetap Dibeli, Pemerintah Siapkan Aturan Baru

Jakarta, Situsenergi.com Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan tata kelola pertimahan...

APNI Sambut Baik Rencana Presiden Bentuk Bursa Mineral

Jakarta, situsenergi.com Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyambut baik pernyataan Presiden Prabowo...

Penjualan Batubara Melesat, RMK Energy Cetak Pendapatan Rp1,6 T

Jakarta, situsenergi.com PT RMK Energy Tbk mencatat pendapatan usaha sebesar Rp1,6 triliun,...

APNI Dukung Aturan Baru HPM, Harga Nikel Dinilai Makin Transparan dan Adil

Jakarta, Situsenergi.com Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyambut positif Keputusan Menteri ESDM...