Home MIGAS Imbas Minyak Mentah Naik, Maskapai Masih Kaji Tiket Pesawat
MIGAS

Imbas Minyak Mentah Naik, Maskapai Masih Kaji Tiket Pesawat

Share
Imbas Minyak Mentah Naik, Maskapai Masih Kaji Tiket Pesawat
Share

Jakarta, situsenergi.com

Harga Minyak mentah dunia yang bergerak naik imbas dari ‘tembak – tembakan’ antara Ukraina dan Rusia turut menyulut sejumlah kenaikan bahan bakar minyak diantaranya avtur.

Menyikapi kondisi tersebut National Air Cartier Association (INACA) menyebutkan kenaikan harga bahan bakar avtur tidak serta merta menaikan harga tiket pesawat.

Menurut sekjen INACA, Bayu Sutanto mengatakan kenaikan harga tiket pesawat banyak disumbang sejumlah indikator diantaranya biaya maintenance, biaya lessor yang masuk sebagai komponen biaya operasional.

Dia menambahkan, disaat pandemi covid 19 makin melandai, beberapa airlines masih harus punya tanggungan sejumlah lessor maupun outstanding oleh pihak bandara.

“Yang jelas harga avtur jelas ya, walaupun harganya murah juga merupakan komponen besar untuk biaya operasi selain maintenance,” kata Bayu dalam sebuah wawancara televisi di program Profit, dikutip Senin (21/03/2022).

Dikatakannya, untuk penyesuaian harga tiket pesawat masih dalam monitoring maskapai mengingat harga minyak mentah dunia masih bergerak naik turun setidaknya dalam kurun waktu 3 Minggu terakhir ini.

“Intinya itu juga diatur regulator mengenai batasan – batasan kenaikan harga tiket pesawat dalam hal ini kementerian perhubungan,” kata dia.

Sementara itu, Merespons kenaikan harga avtur, Kementerian Perhubungan mulai mengkaji opsi-opsi untuk memberikan kesempatan kepada maskapai menyesuaikan biaya penerbangannya kepada konsumen. Salah satunya adalah menerapkan opsi beban biaya tambahan avtur kepada penumpang.
Opsi ini diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto. Tapi, Novie bilang ada syarat khusus yang berlaku bila opsi beban biaya tambahan avtur alias fuel surcharge ingin diberlakukan.

Novie menyebutkan opsi ini bisa dilakukan dengan syarat kondisi kenaikan harga avtur terus menerus terjadi selama 3 bulan berturut-turut dan menyebabkan beban operasional maskapai naik sampai 10%.(SA/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Pastikan Distribusi Energi Jabar Tetap Aman, Stok BBM Terjaga

Jakarta, situsenergi.com Pertamina memastikan operasional distribusi energi di Jawa Bagian Barat (JBB)...

Patra Jasa Bukukan Pendapatan Rp5,5 Triliun, Bisnis Makin Ngebut

Jakarta, situsenergi.com PT Patra Jasa mencatat pertumbuhan bisnis yang kuat menjelang usia...

Elnusa Siapkan Buyback Saham Rp100 Miliar, Dimulai Agustus 2026

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk (ELSA) menyiapkan aksi pembelian kembali saham atau...

ANP Timor Leste Bidik IDTC Pertamina Drilling untuk Cetak SDM Migas

Indramayu, situsenergi.com Autoridade Nacional do Petróleo (ANP) Timor Leste melirik fasilitas Indonesia...