Home MIGAS Beroperasi Sejak 1951, WK Rokan Telah Hasilkan 11,69 Miliar Barel Minyak
MIGAS

Beroperasi Sejak 1951, WK Rokan Telah Hasilkan 11,69 Miliar Barel Minyak

Share
PLN Klaim Paling Berhak Kelola Pasokan Listrik di Blok Rokan
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Wilayah Kerja (WK) Rokan di Riau telah beroperasi sejak 1951 dan pada 8 Agustus 2021 besok, pengelolaan akan beralih dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan, selama 70 tahun beroperasi, WK Rokan atau biasa disebut blok Rokan, telah menghasilkan minyak bumi mencapai 11,69 miliar barel minyak.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman, dalam diskusi virtual hari ini, Kamis (22/7). Menurut Datar Yani, produksi WK Rokan mencapai hampir separuh produksi nasional, tepatnya 46 persen dari produksi nasional.

“Profil produksi nasional dibandingkan Rokan, Rokan tuh separuhnya, mati Rokan separuh hilang kita, maka impor. Dari 1951 sampai hari ini sudah hampir 12 miliar barel keluar dari Rokan,” jelasnya.

Kemudian terkait sisa cadangan minyak di Blok Rokan, menurut Fatar Yani belum ada angka pastinya. Ia mengungkap ada yang menyebut tersisa 1 miliar barel, ada juga yang mengungkap 0,5 miliar, bahkan ada yang mengatakan tersisa 1,5 miliar barel.

Fatar Yani menjelaskan, keunggulan daro Blok Rokan adalah memiliki sumur yang sangat banyak dibandingkan dengan lapangan besar lainnya. Sumur di Blok Rokan menurutnya mencapai 10.000 sumur dan saat ini tersisa sekitar 8.000-9.000 sumur.

“Di tempat lain PHM 400 sumur, Oses 300-400 sumur, kalau yang Exxon 15 sumur bisa kalahkan Rokan, 15 lawan 9.000, masak kalah, tapi tiap sumur kecil, cost sumur murah,” ungkapnya.

Dari data SKK Migas tercatat lifting minyak Blok Rokan pada semester I 2021 rata-rata mencapai 160.646 bph atau 97,4 persen dari target di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar 165.000 bph.

Pengeboran terus dilakukan menjelang transisi alih kelola ini agar produksi tidak anjlok. Julius Wiratno, Deputi Operasi SKK Migas sebelumnya pernah mengatakan, dengan masifnya pengeboran saat ini, maka produksi minyak di Blok Rokan pada 2022 diperkirakan bisa naik menjadi 175.000-180.000 bph. (SNU)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sofyano Zakaria: Percaya Pertamina Patra Niaga Mampu Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026

Jakarta, situsenergi.com Pengamat kebijakan energi dan Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi),...

Pertamina Siaga Mudik Idulfitri 1447 H, Dirut Pastikan BBM hingga LPG Aman

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina (Persero) menegaskan kesiapan penuh mengawal arus mudik Idulfitri...

Mudik Gratis Pertamina 2026 Dibuka! Berangkat ke 15+ Kota, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

Jakarta, Situsenergi.com Kabar yang ditunggu akhirnya datang. Program Mudik Bareng Pertamina 2026...

Neraca Perdagangan RI Januari 2026 Surplus, Tapi Defisit Migas Tembus USD2,27 Miliar

Jakarta, Situsenergi.com Neraca perdagangan Indonesia membuka tahun 2026 dengan kabar baik sekaligus...