Home MIGAS Pangkas 115 Anak Usaha Bikin Pertamina Makin Lincah
MIGASOPINI

Pangkas 115 Anak Usaha Bikin Pertamina Makin Lincah

Share
Kenaikan Harga Energi Dunia Bakal Picu Kenaikan Suku Bunga Bank Sentral
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Sejak Juli 2020, PT Pertamina (Persero) terus melakukan restrukturisasi terhadap anak usaha. Dari yang awalnya memiliki 127 anak usaha, saat ini tersisa hanya 12 anak usaha saja. Kebijakan ini dinilai positif dan bakal membawa dampak yang baik bagi bisnis perusahaan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, saat dihubungi Situsenergi.com, Jumat (28/5/2021).

Menurut Mamit dengan melakukan restrukturisasi anak usaha, Pertamina menjadi lebih lincah dan gesit dalam mengambil kebijakan strategis untuk pengembangan bisnis kedepan.

“Restrukturisasi yang dilakukan Pertamina diharapkan memberi dampak positif bagi kinerja perusahaan dan lebih cepat dalam mengambil keputusan.
Melalui restrukturisasi ini juga membuat Pertamina lebih ramping dan fokus dalam mengembangkan bisnis ke depannya,” ujar Mamit.

Menurutnya, dengan adanya pemangkasan anak perusahaan dari 127 menjadi hanya tinggal 12 anak perusahaan, maka hal itu mempermudah Pertamina dalam mengelola dan menyusun rencana strategis seluruh bisnis Pertamina Group.

“Sebelum adanya restrukturisasi ini Pertamina begitu gemuk dan begitu besar. Banyaknya anak perusahaan yang terlibat dalam kegiatan operasional maka dipastikan akan banyak pemikiran dan banyak biaya yang harus dikeluarkan Pertamina pada saat itu. Belum lagi terkait masalah kebijakan. Itu seharusnya bisa dilakukan lebih cepat lagi sehingga Pertamina tidak kehilangan momen dalam pengambilan keputusan meskipun memang harus berkoordinasi dengan holding,” jelasnya.

Hal lain yang juga positif menurut Mamit, restrukturisasi anak usaha juga membuat manajemen holding lebih mudah dalam melakukan pengawasan terhadap anak usaha.

“Saya sampaikan juga pengawasan pasca restrukturisasi juga diharapkan lebih optimal karena fokus pada bidangnya masing-masing. Selain itu, dengan adanya restrukturisasi ini tidak mengurangi penugasan dari pemerintah kepada Pertamina,” tegasnya.

Namun demikian, bukan tanpa hambatan. Tantangan yang akan dihadapi Pertamina sebagai holding BUMN Migas juga tidak akan mudah. Pekerjaan rumah yang harus dihadapi Pertamina kedepan adalah transisi dari penggunaan energi Fossil ke energi terbarukan.

“Ketika bicara energi bersih, maka menjadi tantangan utama bisnis Pertamina ke depannya. Pertamina sudah ada di jalur yang benar untuk menjalankan bisnis mereka dengan adanya perubahan ini. Tinggal konsistensi di lapangan ini benar-benar terlaksana. Jangan sampai dengan adanya perubahan restrukturisasi ini jadi tidak berjalan dengan baik,” pungkasnya. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Hilirisasi Batu Bara Digeber! Pertamina–MIND ID Siapkan DME Pengganti LPG Impor

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) dan Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID...

RDMP Balikpapan Dikebut! Proyek Rp123 T Jadi Tulang Punggung Energi Nasional

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) terus menggeber Proyek Refinery Development Master Plan...

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...

Proyek Geothermal PGE Lahendong Dijaga Ketat, Ini Strategi Amankan Operasi & Risiko

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) semakin serius mengawal proyek...