Home MIGAS 5 Poin Penting Temuan Ombudsman Dari Kebakaran Kilang Balongan
MIGAS

5 Poin Penting Temuan Ombudsman Dari Kebakaran Kilang Balongan

Share
5 Poin Penting Temuan Ombudsman Dari Kebakaran Kilang Balongan
Share

Jakarta, Situsenergi.com

Setidaknya ada lima poin penting hasil temuan Ombudsman RI terkait kebakaran kilang Balongan pada Senin, 29 Maret 2021, pukul 00.45 WIB lalu.

Ombudsman RI, lembaga negara pengawas penyelenggaraan pelayanan publik, melakukan investigasi ke lapangan pada 7-8 April 2021. Kemudian pada 9 April 2021, Ombudsman meminta keterangan resmi Pertamina, PT Kilang Pertamina Internasional selaku Sub Holding Refinery & Petrochemical Pertamina, serta warga terdampak dan tokoh masyarakat.

“Kami selaku Ombudsman RI sudah melalukan hasil investigasi lapangan dan minta keterangan dari Pertamina dan PT KPI,” ujar Anggota Ombudsman RI Hery Susanto, dalam konferensi pers virtual, Rabu (14/4/2021).

Hery mengatakan, investigasi ini dilakukan sebagai bentuk peran Ombudsman dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, yang dalam hal ini yang dilakukan Pertamina untuk penanganan penyelesaian dampak sosial ekonomi dan lingkungan yang dialami warga sekitar lokasi kebakaran kilang minyak Balongan.

“Investigasi jjuga dilakukan untuk mendorong proses penyelidikan kasus tersebut ditangani secara serius, profesional dalam prosedural hukum,” kata Hery.

Menurut Hery, berdasarkan hasil penelusuran Ombudsman, sebelum peristiwa terbakarnya tangki, pada Minggu 28 Maret 2021, warga sekitar lokasi di Balongan disebut sudah mencium bau yang menyengat dari kilang Pertamina.

“Namun keluhan warga tidak digubris oleh Pertamina sehingga warga menjadi emosi dan terjadi aksi lempar ke Kantor Pertamina. Namun tidak lama kemudian berhasil dibubarkan oleh Polsek Balongan,” ungkapnya.

Berikut adalah lima poin penting dari hasil penyelidikan Ombudsman, antara lain:

1. Penyebab terjadinya insiden kebakaran empat tangki Pertamina sampai saat ini masih dalam proses investigasi, baik dari internal Pertamina yang melibatkan pihak independen dan Bareskrim Polri.

2. Telah dilakukan upaya penanganan oleh Pertamina sebelum dan sesaat setelah kejadian, termasuk kebutuhan pengungsi berupa logistik dan kesehatan, baik fisik dan psikologis.

3. Keluhan masyarakat pada saat sebelum kejadian kebakaran kilang minyak tersebut tidak direspons oleh PT Pertamina dan tidak ada keterbukaan informasi mengenai kondisi kilang minyak Balongan PT Pertamina pada saat sebelum kejadian yang dialami.

4. Tidak ada mekanisme mitigasi bencana karena “gagal teknologi” yang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu.

5. Insiden kebakaran Pertamina tidak memengaruhi pasokan BBM. Dari 71 tangki yang ada, hanya empat terbakar dengan kapasitas 7 persen dari seluruh BBM yang dihasilkan di Kilang Balongan. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Pertamina Bongkar Jurus Baru! Bisnis Energi Lama dan Hijau Digenjot Bareng

JAKARTA, Situsenergi.com Pertamina membawa strategi besar menghadapi tantangan energi Indonesia ke IdeaFest...

PHR Sabet Gold Award EPSA 2026! Teknologi Hijau Jadi Senjata Pulihkan Lahan Tercemar

JAKARTA, Situsenergi.con PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sukses mencuri perhatian di ajang...

PHE Sabet Impact Masters Awards 2026, Komitmen ESG Makin Ngebut

JAKARTA, Situsenergi.com PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kembali mencuri perhatian lewat kiprahnya...

Jerami Jadi Cuan! Pertamina Sulap Limbah Karawang Jadi Mesin Ekonomi Warga

KARAWANG, Situsenergi.com Jerami yang dulu kerap dibakar kini punya nilai ekonomi di...