Home MIGAS Minyak Dunia Menguat, Didorong Sentimen Pemangkasan Output
MIGAS

Minyak Dunia Menguat, Didorong Sentimen Pemangkasan Output

Share
Minyak Dunia Menguat, Didorong Sentimen Pemangkasan Output
Share

New York, Situsenergi.com

Harga minyak dunia menguat pada Senin, setelah Rusia dilaporkan akan mendukung produksi minyak tetap stabil dari OPEC Plus, menjelang pertemuan dengan kelompok produsen pekan ini.

Minyak berjangka terpukul di awal sesi di tengah berita kapal kontainer di Terusan Suez yang menghambat lalu lintas selama hampir seminggu telah diapungkan kembali.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 41 sen menjadi USD64,98 per barel, demikian laporan  Reuters  dan  Xinhua,  di New York, Senin (29/3/2021) atau Selasa (30/3/2021) pagi WIB.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate meningkat 59 sen menjadi USD61,55 per barel.

Rusia akan mendukung produksi minyak yang stabil secara luas oleh Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya termasuk Rusia ( OPEC +) pada Mei, sambil mengupayakan kenaikan produksi yang relatif kecil untuk negaranya guna memenuhi peningkatan permintaan musiman, menurut sumber kepada  Reuters.

Pekan lalu, narasumber mengatakan bahwa mereka memperkirakan keputusan serupa dengan pertemuan terakhir ketika OPEC Plus berkumpul pada 1 April untuk memutuskan kebijakan produksi.

Output kondensat minyak dan gas Rusia meningkat menjadi 10,22 juta barel per hari (bph) dalam periode 1-28 Maret dari 10,1 juta barel per hari di Februari, dua sumber industri yang mengetahui data tersebut mengatakan kepada  Reuters,  secara luas sejalan dengan rencana Moskow.

Di Terusan Suez, rekaman langsung di stasiun televisi lokal menunjukkan kapal Ever Given yang dikelilingi sejumlah kapal tunda bergerak perlahan di tengah kanal, Senin.

“Pasar akan segera menyadari meski ada berita positif tersebut, bahkan jika Ever Given meninggalkan Canal itu dalam beberapa hari, beberapa efek riak  downstream  yang tersisa diprediksi masih bertahan untuk sementara waktu,” kata Louise Dickson, analis pasar minyak.

Membatasi kenaikan harga, beberapa negara Eropa yang berjuang dengan lonjakan infeksi Covid-19 memperketat pembatasan penguncian, dan permintaan bahan bakar di seluruh benua itu tetap lemah. Namun,  lockdown  di Inggris berakhir pada Senin. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Elnusa Genjot SDM Unggul, Kunci Daya Saing di Tengah Transformasi Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Elnusa Tbk (ELSA) memperkuat strategi bisnis dengan menempatkan pengembangan...

Tidak Benar Abaikan Pelaut Indonesia, Sebanyak 4.090 WNI Dipekerjakan Di Kapal Pertamina

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina International Shipping (PIS) adalah anak usaha PT Pertamina...

4.090 Pelaut RI Dominasi Armada, Strategi PIS Tembus Pasar Global

Jakarta, Situsenergi.com PT Pertamina International Shipping (PIS) memperkuat posisi di pasar global...

PLTP Lumut Balai Unit 4 Dikebut, PGE Tambah 55 MW untuk Transisi Energi

Muara Enim, Situsenergi.com PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mempercepat pengembangan energi...