Home MIGAS Minyak Tergelincir, Efek Dari Rilis Data Ekonomi China
MIGAS

Minyak Tergelincir, Efek Dari Rilis Data Ekonomi China

Share
Minyak Tergelincir, Efek Dari Rilis Data Ekonomi China
Minyak Tergelincir, Efek Dari Rilis Data Ekonomi China
Share

New York, Situsenergi.com

Harga minyak dunia tergelincir, Senin, imbas pemberitaan tentang ekonomi China yang semakin kuat serta sentimen pembatasan pasokan oleh produsen utama minyak Arab Saudi.

Percepatan distribusi vaksin covid-19 juga semakin memperkuat ekepektasi pemulihan ekonomi global yang semakin kuat dan mengembalikan permintaan terhadap bahan bakar dunia.

Minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Mei, patokan internasional, ditutup turun 34 sen menjadi USD68,88 per barel, demikian dikutip dari laporan  Reuters,  di New York, Senin (15/3) atau Selasa (16/3) pagi WIB.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman April ditutup pada posisi USD65,39 per barel, berkurang 22 sen.

Pertumbuhan output industri China berakselerasi pada Januari-Februari, mengalahkan ekspektasi, sementara data  throughput  kilang hariannya naik 15 persen dari tahun sebelumnya.

Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, kelompok yang dikenal sebagai OPEC Plus, memutuskan bulan ini untuk memperpanjang pemotongan pasokan hingga April.

Sementara itu, paket stimulus besar-besaran di Amerika disahkan bulan ini, meningkatkan prospek pertumbuhan ekonomi global. Washington mempertimbangkan kenaikan pajak pada perusahaan, mereka yang berpenghasilan tinggi dan bahan bakar, untuk membayar rencana infrastruktur besar-besaran, yang dapat menghambat permintaan minyak, kata para analis.

“Mereka akan menempatkan orang untuk bekerja dan mereka akan menempatkan bisnis kembali berjalan untuk mengembangkan infrastruktur, tetapi antara sekarang dan nanti, seseorang harus membayarnya,” kata Bob Yawger, Direktur Mizuho. “Sebagian besar sepertinya akan menjadi peristiwa pajak, jadi itu negatif bagi permintaan.”

Harga tertekan oleh ekspektasi badai musim dingin bulan lalu di Texas, dapat terus meningkatkan persediaan minyak mentah.

“Ada pembicaraan bahwa karena pemadaman listrik Texas, kita mungkin melihat peningkatan lagi dalam persediaan pekan ini,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago, merujuk pada data persediaan minyak Amerika yang dirilis pada Selasa dan Rabu.

Namun, analis mengatakan pakta oleh produsen utama untuk mengurangi produksi dan rebound permintaan karena peluncuran vaksin akan terus mendorong harga meski ada kemunduran harga sementara. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

RFCC Complex Jadi Game Changer RDMP Balikpapan, BBM Euro 5 Siap Mengalir

Jakarta, situsenergi.com Modernisasi Kilang Balikpapan masuk fase krusial. Fasilitas Residual Fluid Catalytic...

Hilirisasi Batu Bara Digeber! Pertamina–MIND ID Siapkan DME Pengganti LPG Impor

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) dan Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID...

RDMP Balikpapan Dikebut! Proyek Rp123 T Jadi Tulang Punggung Energi Nasional

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) terus menggeber Proyek Refinery Development Master Plan...

PDSI Buka 2026 dengan Doa Bersama, Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Ketahanan Energi

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mengawali tahun 2026 dengan...