Home Uncategorized Arab Saudi Dihantam Rudal, Harga Minyak Melambung Lampaui USD70
Uncategorized

Arab Saudi Dihantam Rudal, Harga Minyak Melambung Lampaui USD70

Share
Arab Saudi Dihantam Rudal, Harga Minyak Melambung Lampaui USD70
Arab Saudi Dihantam Rudal, Harga Minyak Melambung Lampaui USD70
Share

Singapura, Situsenergi.com

Harga minyak mentah Brent melonjak hingga melampaui USD70 per barel, Senin, usai berita fasilitas minyak milik Arab Saudi dihantam rudal tersebar ke publik. Capaian harga tersebut adalah yang pertama kali, sejak pandemi covid-19 melanda tahun lalu.

Minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Mei, melesat ke posisi USD71,16 per barel di awal perdagangan Asia dan menguat USD1,40 atau 2 persen menjadi USD70,76 per barel pada pukul 07.36 WIB, demikian laporan  Reuters,  Senin (8/3/2021).

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April melambung USD1,32 atau 2 persen, menjadi USD67,41 per barel. Harga  front-month  WTI menyentuh USD67,86 per barel di awal sesi, level tertinggi sejak Oktober 2018.

“Harga minyak melonjak pagi ini setelah pemberontak Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan terkoordinasi terhadap fasilitas minyak dan pangkalan militer Arab Saudi,” kata Stephen Innes, Kepala Strategi Pasar Global di Axi dalam sebuah catatan.

Pasukan Houthi Yaman menembakkan  drone  dan rudal ke jantung industri minyak Arab Saudi pada, Minggu, termasuk fasilitas Saudi Aramco di Ras Tanura yang penting bagi ekspor minyak mentah, dalam apa yang disebut Riyadh sebagai serangan yang gagal terhadap keamanan energi global.

Harga Brent dan WTI menguat untuk sesi keempat berturut-turut setelah OPEC dan sekutunya, yang disebut OPEC Plus, memutuskan untuk mempertahankan pengurangan produksi sebagian besar tidak berubah pada April.

Meski harga minyak mentah naik cepat, Menteri Energi Arab Saudi menyuarakan keraguan atas pemulihan permintaan.

Namun, Menteri Energi India, importir minyak mentah terbesar ketiga dunia, mengatakan harga yang lebih tinggi dapat mengancam pemulihan konsumsi di beberapa negara. (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Ramadan 2026: Pertamina Bagikan Santunan untuk 29 Ribu Anak Yatim, Energi Kebaikan Mengalir

Jakarta, situsenergi.com Momentum Ramadan dimanfaatkan PT Pertamina (Persero) untuk menebar energi kebaikan....

Puskepi: Kemampuan Satgas RAFI Pertamina Layani Mudik Lebaran Tak Perlu Diragukan

Jakarta, situsenergi.com Menjelang arus mudik Ramadhan dan Idul Fitri, kesiapan pasokan energi...

Proyek Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat dari Target, PLN Group Perkuat Reputasi Internasional

Jakarta, situsenergi.com PLN Group kembali memperoleh pengakuan atas kinerjanya di panggung global....

Pendapatan PGN Tembus US$3,9 Miliar di 2025, Infrastruktur Gas dan LNG Jadi Mesin Pertumbuhan

Jakarta, situsenergi.com Kinerja bisnis gas nasional menunjukkan tren positif. PT Perusahaan Gas...