Home ENERGI Minyak Merosot, Terbebani Kekhawatiran Virus Corona Global
ENERGI

Minyak Merosot, Terbebani Kekhawatiran Virus Corona Global

Share
minyak melambung lebih dari 2 persen imbas laporan stok as yang menipis
Share

Singapura, Situsenergy.com

Harga minyak dunia merosot pada Senin, terimbas kekhawatiran terjadinya penurunan permintaan secara global, sebagai imbas dari adanya penguncian wilayah terkait virus corona yang ketat di Eropa dan pembatasan pergerakan terbaru di China, pengguna minyak terbesar kedua di dunia, setelah terjadi lonjakan kasus.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, turun 42 sen, atau 0,8 persen menjadi USD55,57 per barel pada pukul 08.46 WIB, setelah sebelumnya melesat ke USD56,39 per barel, level tertinggi sejak 25 Februari 2020, demikian dikutip dari laporan Reuters, di Singapura, Senin (11/1/2021). Brent sendiri menguat dalam empat sesi sebelumnya.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), tergelincir 22 sen, atau 0,4 persen, menjadi USD52,02 per barel. WTI melonjak ke level tertinggi dalam hampir satu tahun pada penutupan Jumat.

“Hot spot virus corona menyala lagi di Asia, dengan 11 juta orang lockdown di Provinsi Hebei China, bersama dengan sedikit ketidakpastian kebijakan The Fed memicu aksi ambil untung pagi ini,” kata Stephen Innes, analis Axi, Senin.

China Daratan mengalami peningkatan kasus Covid-19 harian terbesar dalam lebih dari lima bulan, tutur otoritas kesehatan nasional negara itu, Senin, ketika infeksi baru di Provinsi Hebei, yang mengelilingi ibu kota Beijing, terus meningkat.

Shijiazhuang, ibu kota Hebei dan episentrum wabah baru di provinsi itu, diisolasi dengan orang dan kendaraan dilarang meninggalkan kota tersebut ketika pihak berwenang bergerak untuk mengekang penyebaran penyakit itu.
Sebagian besar Eropa sekarang berada di bawah pembatasan ketat, menurut Indeks Stringency Oxford, yang menilai sejumlah indikator seperti larangan perjalanan dan penutupan sekolah serta tempat kerja.

Namun, kejatuhan harga minyak tertahan rencana Presiden terpilih AS Joe Biden untuk mengumumkan triliunan dolar dalam RUU bantuan virus korona pekan ini, yang sebagian besar akan dibayar dengan meningkatkan utang.

Harga minyak mentah tetap didukung oleh janji Arab Saudi pekan lalu untuk memotong output secara sukarela sebesar 1 juta barel per hari (bph) pada Februari dan Maret sebagai bagian dari kesepakatan di mana mayoritas produsen OPEC Plus akan mempertahankan produksi tetap stabil selama penguncian baru.

“Minyak masih memperhitungkan banyak optimisme terkait peluncuran vaksin Covid-19,” kata Innes.

“Permintaan akan selalu meningkat saat vaksin diluncurkan, dan sisi pasokan terkendali berkat OPEC Plus dan upaya berkelanjutan Arab Saudi.” (SNU/RIF)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PNBP ESDM Tembus Rp138,37 T di 2025, Bahlil: Harga Turun Bukan Halangan

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kinerja positif...

Hub Biomassa Tasikmalaya–Ciamis Diresmikan, Perkuat Ketahanan Energi Lokal

Jakarta, situsenergi.com Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop...

Kado Tahun Baru! Harga Pertamax Turun, Ini Daftar Lengkap BBM Pertamina

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) membuka awal 2026 dengan menurunkan harga bahan...

PLTS Percontohan Diluncurkan Di Pulau Sembur

Batam, Situsenergi.com Kementerian Koperasi bersama Pertamina melalui Pertamina NRE meluncurkan Pembangkit Listrik...