Home ENERGI Pelemahan Harga Minyak Berlanjut, Ini Faktor Penyebabnya
ENERGI

Pelemahan Harga Minyak Berlanjut, Ini Faktor Penyebabnya

Share
Share

Tokyo, SitusEnergy.com

Pelemahan harga minyak berlanjut pada Jumat, karena meningkatnya kekhawatiran terhadap penurunan permintaan dari lonjakan infeksi Covid-19 yang memaksa terjadinya lockdown baru.

Meski demikian, harga minyak didukung oleh tanda-tanda pergerakan pada kesepakatan stimulus di Washington.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, patokan Amerika Serikat, turun 9 sen, atau 0,2%, menjadi USD41,65 per barel pada pukul 07.39 WIB, setelah melemah sekitar 0,2% pada penutupan Kamis, demikian dikutip dari Reuters, Jumat (20/11/2020).

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, belum diperdagangkan, setelah menyusut 0,3% di sesi sebelumnya. Kedua kontrak itu menuju untuk kenaikan pekan ketiga.

Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell, setuju untuk melanjutkan negosiasi dalam memberikan lebih banyak bantuan Covid-19 karena kasus melonjak di seluruh Amerika Serikat, kata pemimpin Partai Demokrat Chuck Schumer, Kamis, menurut  CNBC .

“Kesepakatan stimulus apa pun yang disetujui sebelum liburan akan membantu menjaga harga minyak mentah tetap di dekat batas atas kisaran perdagangan baru-baru ini,” kata Edward Moya, analis OANDA.

Rawat inap pasien dengan Covid-19 di Amerika Serikat melonjak hampir 50% dalam dua minggu terakhir, memaksa sejumlah negara bagian untuk memberlakukan pembatasan baru guna mengekang penyebaran virus itu, dengan AS menghadapi prospek musim dingin dan liburan yang suram.

“Kendati penurunan permintaan adalah  bearish  untuk harga minyak, yang sebagian besar sudah diperhitungkan dan seharusnya tidak mendorong pelemahan yang signifikan karena AS mengumumkan lebih banyak penguncian selama beberapa pekan ke depan,” kata Moya.

Guna melawan penurunan permintaan dari pembatasan pergerakan, anggota OPEC Plus kemungkinan akan menunda rencana untuk meningkatkan produksi dari Januari sebesar 2 juta barel per hari, tutur narasumber kepada  Reuters.

OPEC Plus, kelompok yang mencakup Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ), Rusia dan produsen lain, akan membahas kebijakan produksi pada pertemuan pada 30 November dan 1 Desember.

Kekhawatiran kelebihan pasokan terus membebani karena Libya meningkatkan produksinya jauh lebih cepat dari ekspektasi analis, setelah penutupan akibat konflik di negara itu. (SNU/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PNBP ESDM Tembus Rp138,37 T di 2025, Bahlil: Harga Turun Bukan Halangan

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kinerja positif...

Hub Biomassa Tasikmalaya–Ciamis Diresmikan, Perkuat Ketahanan Energi Lokal

Jakarta, situsenergi.com Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop...

Kado Tahun Baru! Harga Pertamax Turun, Ini Daftar Lengkap BBM Pertamina

Jakarta, situsenergi.com PT Pertamina (Persero) membuka awal 2026 dengan menurunkan harga bahan...

PLTS Percontohan Diluncurkan Di Pulau Sembur

Batam, Situsenergi.com Kementerian Koperasi bersama Pertamina melalui Pertamina NRE meluncurkan Pembangkit Listrik...