Home ENERGI Siasati Harga Gas, PT Pupuk Lakukan Efisiensi
ENERGI

Siasati Harga Gas, PT Pupuk Lakukan Efisiensi

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana mengungkapkan, bahwa tingginya harga gas saat ini membuat pihaknya harus melakukan sejumlah terobosan untuk menyiasatinya.

Menurut dia, salah satu yang ditempuh pihaknya adalah dengan melakukan efisiensi dan penghematan di segala bidang. “Yang saat ini bisa kita lakukan adalah efisiensi dan penghematan dengan menekan biaya-biaya lain di luar gas agar harga kita bisa bersaing,” kata Wijaya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (17/10).

Selain melakukan efisiensi dan penghematan, hal lain yang dilakukan adalah mengoptimalkan produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. “Jadi produksi tetap kami genjot untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah ancang-ancang untuk mengurangi produksi pupuk jenis urea, tetapi sebaliknya menggenjot produki NPK.

Menurut Aas, pihaknya bakal menambah kapasitas pabrik NPK menjadi 1,4 juta ton hingga 2021. Selanjutnya akan digenjot lagi menjadi 3,4 juta ton di masa mendatang. “Urea yang ada kita jadikan bahan baku untuk membuat NPK. Kita akan memperbesar NPK dan dalam waktu dekat kita akan program penambahan pabrik untuk NPK itu 1,4 juta sampai 3,4 juta ton untuk pupuknya,” papar Aas di Jakarta, Senin (16/10).

Ia mengakui, tingginya biaya produksi lantaran harga gas di dalam negeri, masih kurang kompetitif. Selain itu, nonefisiennya pabrik yang sudah renta menjadi salah satu faktor dikuranginya produksi urea.

“Pupuk Indonesia utamanya untuk memproduksi pupuk kepentingan dalam negeri dan pangan. Kedepannya, kita nggak akan di pupuk lagi kalau kedepannya masih seperti ini. Jadi kita akan banting setir, termasuk turunannya di petrokemikal,” kata Aas.(adi)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...