Home ENERGI Meski Harga Nikel Stabil, Vale Tetap Tak Ubah Target Produksi
ENERGI

Meski Harga Nikel Stabil, Vale Tetap Tak Ubah Target Produksi

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

PT Vale Indonesia Tbk menyambut baik kestabilan harga nikel dalam beberapa waktu terakhir. Dibandingkan periode sebelumnya harga nikel tersebut justru membaik. Hal ini dapat menjadi titik balik emiten berkode saham INCO ini untuk tetap mencapai target produksi. Seperti diketahui harga nikel di pasar internasional belakangan konsisten di level USD15.000 per metric ton (MT).

Direktur Keuangan Vale Indonesia, Bernardus Irmanto menilai kenaikan harga nikel saat ini bukan didorong oleh faktor fundamental. Namun dia menyebut bahwa kenaikan harga nikel lebih didorong oleh sentimen positif pasar.

“Oleh karena itu, Vale Indonesia akan menyikapinya secara hati-hati. Karena bukan tidak mungkin harga nikel akan bergerak turun kalau sentimen negatif menjadi lebih dominan,” kata Bernandus dalam keterangannya, Jumat (18/9/2020).

Bernadus menambahkan bahwa target produksi Vale hingga akhir tahun masih tetap 73.700 ton. Naiknya target produksi ini disebabkan oleh keputusan untuk menunda pembangunan tanur listrik 4 yang semula dijadwalkan pada kuartal IV 2020 menjadi ke kuartal II 2021. Sebelumnya, INCO menargetkan volume produksi nikel tahun ini ada di angka 71.000 ton. Namun, salah satu konsekuensi dari penundaan pembangunan tungku ini adalah potensi turunnya jumlah produksi di tahun depan.

“Namun, kami masih mengalkulasi terkait potensi pasti turunnya jumlah produksi akibat penundaan pembangunan tungku ini di tahun depan,” pungkas dia. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Solusi Percepat Transisi Energi

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan Bio-Compressed Natural Gas (Bio-CNG) berbasis limbah kelapa sawit kini...

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...