Home ENERGI Lonjakan Kasus Covid-19 Di AS Menahan Laju Kenaikan Harga Minyak Dunia
ENERGI

Lonjakan Kasus Covid-19 Di AS Menahan Laju Kenaikan Harga Minyak Dunia

Share
Share

Melbourne, SitusEnergy.com

Lonjakan harga minyak dunia yang terjadi pagi ini, Selasa (7/7/2020) pagi, sebagai imbas dari  produsen utama yang tetap berkomitmen memangkas pasokan, tertahan oleh lonjakan kasus positif Covid-19 di Amerika Serikat yang dikhawatirkan bakal memperlambat pemulihan permintaan bahan bakar di dunia.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, naik 13 sen, atau 0,3% menjadi USD40,76 per barel pada pukul 08.03 WIB, memulihkan pelemahan 2 sen dari penutupan Senin, demikian laporan  Reuters,  di Melbourne, Selasa (7/7/2020).

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent, menguat 7 sen, atau 0,2%, menjadi USD43,17 per barel, menambah kenaikan 0,7% pada sesi Senin.

Pasar masih didukung penarikan lebih besar dari perkiraan dalam stok minyak mentah AS yang dilaporkan pekan lalu, dan rekor pemangkasan pasokan oleh Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) dan sekutunya, bersama-sama dikenal sebagai OPEC +, ungkap analis AxiCorp, Stephen Innes.

Meski demikian, para pedagang juga mencermati prospek permintaan bahan bakar AS, dengan 16 negara bagian melaporkan rekor peningkatan kasus Covid-19 dalam lima hari pertama bulan Juli, menurut penghitungan  Reuters.

Florida mengonfirmasi rekor 11.000 kasus dalam satu hari, lebih banyak ketimbang negara Eropa mana pun yang melaporkan dalam satu hari pada puncak krisis tersebut.

“Permintaan  summer driving  di AS terlihat rendah, menahan permintaan bensin, dan pemberlakuan kembali penguncian adalah sentimen penekan,” kata ANZ dalam sebuah catatan.

Data dari kelompok industri American Petroleum Institute, yang dirilis Selasa waktu setempat, dan Badan Informasi Energi AS, sehari berselang, diperkirakan menunjukkan kenaikan 100.000 barel dalam stok bensin, menurut estimasi enam analis yang disurvei  Reuters.

Sementara itu pengadilan Amerika, Senin, memerintahkan penutupan jaringan pipa Dakota Access, arteri terbesar yang mengangkut minyak mentah berkapasitas 570 ribu barel per hari dari Bakken Dakota Utara ke wilayah Midwest dan Gulf Coast, karena masalah lingkungan. Meski ditutup, aliran minyak kemungkinan akan dialihkan menggunakan transportasi kereta. (SNU/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Rig PDSI Temukan Minyak 3.176 Barel per Hari, Sumur Baru di Prabumulih Bikin Optimistis

Jakarta, situsenergi.com Kinerja pengeboran PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) kembali mencuri...

Bioenergi Disebut Mampu Pangkas 12 Juta Ton Emisi dan Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Jakarta, situsenergi.com Pengembangan bioenergi nasional dinilai mampu memberikan manfaat ganda, mulai dari...

Selat Hormuz dan Perpres 26/2026 : Ketika Negara Belajar Membeli Minyak dalam Keadaan Darurat

Oleh : Andi N Sommeng Ada saat ketika negara tidak cukup hanya...

Kemenkeu-ESDM Kompak Gaspol! Purbaya dan Bahlil Siap Genjot PNBP hingga Listrik Desa

Jakarta, situsenergi.com Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...