Home ENERGI Nicke Sebut dengan Subholding, Pengelolaan WK Lebih Efisien
ENERGI

Nicke Sebut dengan Subholding, Pengelolaan WK Lebih Efisien

Share
Dirut Pertamina : Penyebab Kebakaran Kilang Balongan Masih Diselidiki
Share

Jakarta, Situsenergy.com

PT Pertamina (Persero) kini menjadi induk dari holding BUMN Migas. Anak dan cucu usaha yang jumlahnya banyak akhirnya dijadikan sub-holding dan dibuat regionalisasi. Pertamina berharap dengan pembentukan sub-holding ini pengelolaan wilayah kerja (WK) bisa lebih efisien.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan, bahwa di dalam sub-holding ini status pekerja akan sama saja dan Pertamina hanya memberikan penugasan pada masing-masing sub-holding. “Restrukturisasi ini merupakan bagian dari rencana besar Kementerian BUMN. Ada tiga program utama yakni restrukturisasi, profitisasi, dan privatisasi,” kata Nicke saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR, di Jakarta, Senin (29/6).

Menurut dia, tahun 2016 Kementerian BUMN sudah mengeluarkan soal program transformasi BUMN. “Yang terakhir sebelumnya ada roadmap dan blueprint dari situ pembentukan holding gas dan sebagainya. Itu ada dari sisi kebijakan pemerintah dari sisi industri migas,” ujarnya.

Lebih jauh ia mengatakan, ada fungsi duplikasi di anak usaha Pertamina dan anak usahanya. Sebelumnya di sektor hulu ada anak hingga cucu usaha, sehingga saat akan mengambil keputusan jenjangnya panjang.

“Dulu ada direktur hulu lalu ada anak hingga cucu usaha. Ngambil keputusan jenjang panjang sekali. Keputusan investasi untuk ekplorasi itu harus dilakukan untuk tingkatkan produksi,” ungkapnya.

Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) merombak direksi anak usaha yang merupakan bagian dari pembentukan Holding Migas dan roadmap program Kementerian BUMN dalam rangka pembentukan holding Migas.

Terdapat lima subholding yang telah dibentuk yakni upstream subholding yang operasionalnya diserahkan kepada PT Pertamina Hulu Energi, Gas Subholding (PT Perusahaan Gas Negara). Refinery & Petrochemical Subholding (PT Kilang Pertamina Internasional), Power & NRE Subholding (PT Pertamina Power Indonesia) dan Commercial & Trading Subholding (PT Patra Niaga). Selain itu juga terdapat Shipping Company yang operasionalnya diserahkan kepada PT Pertamina International Shipping.(ert/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PTBA dan PNRE Jajaki PLTS di Lahan Pascatambang

Jakarta, Situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) bersama PT Pertamina New...

KII Gandeng OMS Italia, Industri Valve Nasional Siap Naik Kelas Lewat Alih Teknologi

Cikarang, situsenergi.com PT Katup Industri Indonesia (KII) memperkuat langkahnya di industri manufaktur...

Penyesuaian Regulasi Harga LNG Diperlukan Demi Jaga Daya Saing Industri Nasional

Jakarta, situsenergi.com Lonjakan harga LNG global menekan pasar energi dunia. Kerusakan fasilitas...

PTBA Tebar Dividen Jumbo Rp1,32 Triliun, Pemegang Saham Auto Cuan!

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen tunai...