Home ENERGI Corona Dan Anjoknya Harga Minyak Jadi Tantangan Besar Elnusa Tahun Ini
ENERGI

Corona Dan Anjoknya Harga Minyak Jadi Tantangan Besar Elnusa Tahun Ini

Share
Share

Jakarta, situsenergy.com

PT Elnusa Tbk (ELSA) menyadari bahwa tantangan bisnis di tahun 2020 sangat berat. Adanya wabah corona dan anjloknya harga minyak dunia membuat ancan bisnis di sektor migas makin nyata. Oleh sebab itu perseroan merencanakan strategi bisnis agar dampak buruk dari corona dan anjloknya harga minyak bisa diatasi.

Head of Corporate Communications ELSA, Wahyu Irfan, mengatakan perseroan telah menetapkan target pendapatan tahun 2020 ini sebesar Rp9 triliun. Sedangkan untuk mendukung rencana kerjanya, ELSA menganggarkan capex  (capital expenditure / belanja modal) sebanyak Rp1,4 triliun. Namun dengan dua tantangan besar tersebut, Wahyu menilai target-target dalam RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) tidak mudah dicapai.

“Tapi saat ini ada dua persoalan besar yaitu covid-19 dan penurunan harga minyak yang menjadi tantangan berat untuk berbagai industri. Ditambah lagi  multiplier effect  yang dihasilkan dari dua faktor tersebut,” ujar Wahyu di Jakarta, Kamis (30/4).

Menurut  Wahyu dampak secara makro dari dua fenomena besar dunia di tahun ini akan lebih kompleks dibandingkan saat tahun 2014-2015. Kala itu, meski harga minyak dunia turun hingga di level USD28 per barel, ELSA masih tetap bisa menorehkan pertumbuhan. Kondisi tersebut, telah membuat perusahaan migas ataupun kontraktor kontrak kerja sama ( KKKS ) menurunkan aktivitas.

“Imbasnya, perusahaan jasa migas merespons dengan penyesuaian target maupun pengurangan investasi dan belanja modal (capex). Begitu pun dengan ELSA, perseroan telah menyiapkan beberapa strategi untuk beradaptasi,” ucapnya.

Namun begitu, Wahyu belum secara detail mengungkapkan strategi mitigasi yang dimaksud. Yang pasti, ELSA sedang mengkaji penyesuaian target kinerja keuangan dan capex. Selain itu, ELSA pun tengah memperhitungkan dampak dari penurunan aktivitas KKKS dan kebijakan SKK Migas terkait dengan mundurnya sejumlah pengerjaan proyek dan penundan tender. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...