Home ENERGI BATAN Siap Sinergi Dengan K/L Dalam Pemenfaatan Hasil Litbang
ENERGI

BATAN Siap Sinergi Dengan K/L Dalam Pemenfaatan Hasil Litbang

Share
Share

Jakara, situsenergy.com

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) diminta untuk terus meningkatkan kerja sama dengan kementerian atau lembaga (K/L) dalam rangka pemanfaatan hasil litbang (penelitian dan pengembangan) iptek nuklir. Pasalnya sudah banyak hasil litbang yang telah dihasilkan BATAN. Diantaranya hasil litbangnya adalah di bidang pertanian, kesehatan, industri, dan energi.

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan, mengatakan anjuran agar BATAN memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden, Amin Ma’ruf saat bertemu dengan Anhar beberapa waktu lalu di Jakarta. Menurutnya, Anhar sudah menyampaikan beberapa capaian kinerja lembaga yang dipimpinnya.

“Selain untuk silaturrahmi, pada pertemuan ini kami menyampaikan hasil-hasil BATAN selama ini,” ujar Anhar dalam keterangannya, Minggu (12/1).

Di bidang pertanian, Anhar menyampaikan, BATAN telah menghasilkan beberapa varietas tanaman diantaranya padi, kedelai, kacang tanah, sorgum, dan pisang. Sampai saat ini, khususnya varietas padi, telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia.

Anhar menambahkan, di bidang kesehatan, BATAN bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhasil memproduksi radioisotop dan radiofarmaka. “BATAN telah menghasilkan radioisotop dan radiofarmaka yang sangat berguna bagi dunia kesehatan khususnya untuk terapi penyakit kanker. Akhir-akhir ini kecenderungan penderita kanker di Indonesia jumlahnya terus meningkat,” tambahnya.

Dijelaskan Anhar, radiositop dan radiofarmaka ini diproduksi BATAN bekerja sama dengan PT. Inuki dan Kimia Farma. Produksi saat ini memang belum bisa memenuhi semua kebutuhan terhadap radioisotop dan radiofarmaka di Indonesia. Untuk menutupi kekurangan tersebut sebagian radioisotop dan radiofarmaka diimpor dari negara lain.

“Kita ingin secara terus menerus meningkatkan produksi radioisotop dan radiofarmakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri,” jelasnya.

Menurut Anhar, Ma’ruf Amin sangat tertarik dengan penjelasannya terkait fasilitas iradiator gama. Iradiator gama merupakan fasilitas nuklir yang dapat dimanfaatkan untuk pengawetan bahan makanan, produk herbal, dan sterilisasi alat kesehatan. Selain itu, iradiator juga dimanfaatkan untuk membasmi bakteri yang terdapat dalam buah-buahan.

“Selama ini banyak ekspor buah-buahan dari Indonesia yang tidak dapat masuk ke negara tujuan karana dianggap mengandung bakteri tertentu. Dengan menggunakan iradiator, bakteri tersebut dapat dibasmi,” ungkap Anhar.

Untuk menindaklanjuti arahan Wapres, Anhar bersama jajarannya bertekad meningkatkan komunikasi dan kerja sama dengan kementerian, BUMN, dan lembaga terkait. Upaya ini dilakukan untuk mendorong masyarakat lebih mengenal produk litbang BATAN dan memanfaatkannya.

“Harapan dari pertemuan ini, Wapres memberikan support agar BATAN bisa terus mengembangkan produknya melalui kerja sama dengan kementerian, lembaga, BUMN, dan Pemerintah Daerah,” harap Anhar. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...