Home ENERGI Progres Proyek Pembangki Listrik 35 Ribu MW Tak Berdampak Pada Perusahaan Kelistrikan
ENERGI

Progres Proyek Pembangki Listrik 35 Ribu MW Tak Berdampak Pada Perusahaan Kelistrikan

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim progres program 35 ribu megawatt (MW) berjalan dengan baik. Hal itu ditandai dengan bertambah pasokan listrik hingga 4.200 MW selama 2019. Namun ternyata kemajuan proyek ini tidak berimbas pada kinerja emiten yang memiliki proyek di sektor kelistrikan, terutama terkait dengan harga sahamnya.

Sebagai contoh Contohnya, harga saham PT United Tractors Tbk yang tengah membangun PLTU Jawa 4 berkapasitas 2×1.000 MW harga saham selama Januari 2019 hingga Januari 2020 konsisten berada di zona merah. Hingga sore ini, harga saham UNTR berada di level 22.225. Kemudian PT Toba Bara Sejahtera Tbk yang sedang membangun pembangkit listrik di Gorontalo, berkapasitas 2×50 MW. Harga saham emiten berkode TOBA ini sempat mencapai titik tertinggi pada Juni 2019 dengan harga 496. Namun selepas Agustus 2019, harga saham TOBA terus menurun dan terperosok ke zona merah hingga awal tahun ini.

Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee menilai perkembangan realisasi Program 35 GW sebetulnya mengalami keterlambatan dibandingkan jadwal semula yang diproyeksikan oleh pemerintah. Akibatnya, meskipun tahun lalu mengalami kemajuan, namun dampaknya terhadap harga saham emiten yang terlibat dalam Program 35 GW menjadi kurang bagus.

“Investor tentu membeli saham dengan ekspektasi melakukan langkah bisnis yang memang telah diharapkan. Ketika itu mundur atau molor, tentu berimbas kepada sentimen negatif,” kata Hans di Jakarta, Jumat (10/1).

Contoh lainnya adalah PT Adaro Energy Tbk, anggota kosorsium pembangunan PLTU Tanjung bergkapasitas 200 MW, harga sahamnya selama setahun terakhir ini naik turun. Namun harga saham emiten berkode ADRO ini relatif stabil bertahan di zona hijau. Bahkan memasuki akhir tahun lalu hingga awal tahun ini, harga saham ADRO menguat. Hari ini ADRO naik 55 poin atau 3,68 persen ke level 1.550. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...