Home ENERGI BPS Sebut Ekspor Migas Pada November 2019 Tumbuh Positif
ENERGI

BPS Sebut Ekspor Migas Pada November 2019 Tumbuh Positif

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan minyak dan gas (migas) menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan perdagangan positif pada November 2019 kemarin. Dibandingkan bulan Oktober 2019 (month to month / mtom) ekspor migas tumbuh 20,66 persen menjadi USD1,11 miliar.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan sektor migas berkontribusi sebesar 7,89 persen terhadap total ekspor sebesar USD14,01 miliar. Meski begitu jika dibandingkan periode November 2018, ekspor migas masih tumbuh negatif 15,81 persen. Secara rinci, ekspor untuk produk minyak mentah pada November 2019 senilai USD135 juta. Kemudian untuk ekspor hasil minyak senilai USD167,6 juta dan untuk ekspor gas USD802,8 juta.

“Yang naik (ekspornya) minyak mentah 12,68 persen, gas 28,56 persen tetapi hasil minyak turun tapi secara total ekspor migas mengalami kenaikan,” ujar Suhariyanto di Jakarta, Senin (16/12).

Kemudian untuk sektor lainnya ditegaskan oleh BPS masih mengalami pertumbuhan yang negatif. Seperti sektor pertanian yang melemah 1,55 persen menjadi USD0,33 miliar. Kemudian sektor industri pengolahan ekspornya negatif 6,78 persen menjadi USD10,58 miliar mtom. Dan untuk sektor pertambangan atau lainnya tumbuh negatif 14,45 persen menjadi USD1,99 miliar.

Sementara itu jika ditinjau dari nilai perdagangan secara kumulatif mulai Januari – November 2019, hanya sektor pertanian yang mencatatkan pertumbuhan positif yaitu 3,50 persen year on year (yoy) menjadi USD3,24 miliar. Sedangkan untuk sektor migas turun 26,01 persen dari USD15,46 miliar menjadi USD11,44 miliar.

Untuk sektor industri pengolahan juga tumbuh negatif sebesar 3,65 persen dari USD119,95 miliar menjadi USD115,70 yoy. Dan untuk sektor tambang atau lainnya tumbuh negatif 16,35 persen dari USD27,17 miliar menjadi USD22,73 miliar yoy.

Dari data tersebut, lanjut Suhariyanto, share ekspor terbesar pada periode Januari – November 2019 yaitu dari produk industri pengolahan dengan porsi mencapai 75,57 persen. Kemudian sektor tambang memberikan kontribusi terhadap total ekspor kumulatif sebesar 14,84 persen. Sementara sektor migas dan pertanian masing-masing menyumbangkan 7,47 persen dan 2,12 persen terhadap total ekspor kumulatif yang mencapai USD153,11 miliar.

“Satu – satunya ekspor yang naik secara kumulatif adalah sektor pertanian tapi karena sharenya hanya 2,12 persen maka tidak mampu mengangkat nilai kumulatif ekspornya lebih tinggi, tapi ini tetap menjadi kabar bagus juga,” pungkas Suhariyanto. (DIN/rif)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Sudah Saatnya Prabowo Juga Pecah Kementerian ESDM Menjadi Kementerian Energi Dan Kementerian Sumber Daya Mineral

Jakarta, situsenergi.com Sudah saatnya pemerintahan Prabowo mempertimbangkan secara serius pemisahan Kementerian Energi...

Sofyano: Danantara Perlu Lanjutkan Merger BUMN Atau Subholding atau Anak Perusahaan BUMN

Jakarta, situsenergi.com Keberhasilan merger subholding di lingkungan PT Pertamina (Persero) patut diapresiasi...

Opini: Danantara Harus Jadi Alat Negara Mengembalikan Saham BUMN ke Pangkuan Bangsa

Oleh: Sofyano ZakariaDirektur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Keberadaan Danantara harus dimaknai...

KAI Perkuat Ketahanan Energi Lewat Angkutan Barang Non-Batubara

Jakarta, Situsenergi.com PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja solid pada awal...