Home ENERGI Pemerintah Komitmen Tekan Impor Minyak Dengan Program B30
ENERGI

Pemerintah Komitmen Tekan Impor Minyak Dengan Program B30

Share
Share

Jakarta, Situsenergy.com

Tren penurunan impor minyak dan gas (migas) masih dapat dilanjutkan manakala penggunaan biodiesel dapat dilakukan secara optimal. Setelah cukup baik menjalankan program biodiesel 20 persen (B20), kini pemerintah tengah intensifkan penggunaan B30 untuk campuran minyak. Hal ini dilakukan sebagai upaya menekan importasi.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan dengan pemanfaatan biodiesel sebanyak 30 persen sebagai bahan campuran BBM, diharapkan dapat mengurangi impor BBM. Menurutnya program B30 juga lebih  ramah lingkungan. Bahkan dengan memaksimalkan penggunaannya rantai suplai yang dari luar negeri sudah bisa dieliminasi.

“Hari demi hari impor kita akan membesar kalau kita tidak ada usaha untuk menguranginya. Sekitar 36 juta dolar AS per hari kita impor, setahun sekitar 10 atau 11 miliar dolar AS kita impor. Kalau dengan adanya pertumbuhan, maka 11 miliar dolar AS ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun,” ucap Arcandra di Jakarta, Rabu (17/7).

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juni 2018 impor minyak mentah sebesar USD541 juta, namun kemudian pada Juni 2019 turun menjadi USD407,6 juta (year on year / yoy). Sementara impor hasil minyak dar i USD1,32 miliar menjadi USD1,08 miliar.

Sementara secara kumulatif dari Januari – Juni 2019 impor minyak juga turun secara tahunan. Tercatat pada Periode 2018 impor minyak mentah sebesar USD4,58 miliar. Kemudian pada Januari – Juni 2019 turun menjadi USD2,67 miliar. Sementara impor hasil minyak pada 2018 senilai USD8,08 miliar yang kemudian di tahun ini, year to date menjadi USD6,88 miliar.

Salah satu faktor pemicu penurunan impor minyak atau hasil minyak tersebut juga ditopang oleh penggunaan biodiesel. Oleh sebab itu, pemerintah akan terus berupaya memaksimalkan penggunaan hasil minyak atau komponennya dari dalam negeri sehingga dapat menekan defisit neraca perdagangan.

“Kita (sebenarnya) mampu menghasilkan kebutuhan energi kita yang berasal dari kemampuan dalam negeri,” ujar Arcandra. (DIN)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

PTBA Tebar Dividen Jumbo Rp1,32 Triliun, Pemegang Saham Auto Cuan!

Jakarta, situsenergi.com PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) memutuskan membagikan dividen tunai...

Elnusa Gandeng UGM Cetak Talenta Energi Masa Depan Lewat Program ELSA

Yogyakarta, Situsenergi.com PT Elnusa Tbk memperkuat komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia...

Pertamina Patra Niaga Infrastructure Downstream Experience (PINDEX) 2026 Sukses Digelar, Disambut Antusiasme Ribuan Pengunjung

Tangerang, situsenergi.com Pertamina Patra Niaga sukses menyelenggarakan Pertamina Patra Niaga Infrastructure Downstream...

PT Solusi Cita Mandala Cetak Prestasi di PINDEX 2026, Raih Predikat The Best Manual Valve

Tangerang, Situsenergi.com PT Solusi Cita Mandala (SCM) mencuri perhatian dalam ajang Pertamina...